Vertebrata adalah hewan yang mempunyai ruas tulang belakang (columna vertebrae). Tulang belakang ini hasil dari perkembangan notochord atau korda dorsalis. Dalam klasifikasi, vertebrata termasuk subfilum dari filum Cordata.

Berdasarkan ada tidaknya cranium (tulang tengkorak), filum Chordata dibagi atas 2 kelompok:
? Acraniata (tidak mempunyai tulang tengkorak), terdiri ataas 3 subfilum:
1. Subfilum Hemichordata
Contoh: Saccoglossus
– Tubuh terdiri atas: probosis, leher dan truncus.
– Mempunyai celah insang didaerah farink
– Larva hidup bebas, disebut Tornoria
2. Subfilum Urochordata (Tunicata)
Contoh: Malqula manhantensis
– Habitat laut
– Notochord dan sistem saraf berdegenerasi
– Fase dewasa mengambang di air atau melekat pada suatu tempat
3. Subfilum Cephalochordata
Contoh: Amphioxus lanceolatus
– Bentuk kecil dan transparan
– Hidup di laut
– Notochord tampak jelas
– Insang dan susunan saraf dibagian dorsal

? Craniata (mempunyai tulang tengkorak), terdiri satu subfilum yaitu Vertebrata)

Ciri-ciri Vertebrata:
• Tubuh bilateral simetris dan triploblastis.
• Bertulang belakang.
• Coelom (rongga tubuh) sempurna.
• Alat pencernaan lengkap: dari mulut hingga anus.
• Sistem peredaran darah tertutup, dimana jantung terbagi atas 2, 3, 4 ruang.
• Sistem endokrin tersusun atas kelenjar-kelenjar.
• Gonokoris (jenis kelamin terpisah).

Klasifikasi

1. KLAS AGNATA

Ciri-ciri:
– Tidak berahang.
– Tidak mempunyai alat gerak.
– Sirip tak berpasangan.
– Rangka: tulang rawan.
– Jantung: dua ruang.
– Contoh: Petromyzon marinus (ikan sembilan mata), Lamprey, Ostraderm.

2. KLAS CHONDRICHTYES (ELASMOBARNCHII)

Ciri-ciri:
– Ikan bertulang rawan.
– Berahang.
– Alat gerak sepasang.
– Sirip berpasangan.
– Jantung dua ruang.
– Mulut berada di ventral.
– Mempunyai celah insang.
– Kulit bersisik: plakoid, ganoid, atau tanpa sisik.
– Ovipar, fertilisasi internal.
– Contoh: Squalus acanthias (ikan hiu), Dicerobatis sp. (ikan pari), Sphyrna lawini (cucut ronggeng).

3. KLAS OSTEICTHYES

Ciri-ciri:
– Ikan bertulang keras.
– Berahang.
– Jantung dua ruang ( 1 atrium, 1 ventrikel).
– Mempunyai tutup insang (operculum).
– Mulut di anterior.
– Sirip berpasangan.
– Kulit bersisik sikloid, stenoid. Kecuali ordo Ganoidea bersisik ganoid.
– Pada ordo Dipnoi, selain bernafas dengan insang juga pulmosis
– Poikiloterm (berdarah dingin)
– Ovipar, fertilisasi eksternal.
– Contoh: ikan Steur dari Rusia, ikan buaya dari Amerika Selatan, Neoceratodus (ikan paru-paru Australia), Rotopterus sp. (ikan paru-paru Afrika), Chanos chanos (ikan bandeng), Cyprinus carpio (ikan emas), Hippocampus sp. (kuda laut), Anquilla (belut), dll.

4. KLAS AMPHIBIA

Ciri-ciri:
– Larva bernafas dengan insang, dewasa bernafas dengan paru-paru.
– Mempunyai 2 pasang alat gerak.
– Jari tanpa kuku.
– Jantung tiga ruang: 2 atrium, 1 ventrikel.
– Eritrosit mempunyai nukleus.
– Poikilotermis, belum mempunyai pusat pengatur suhu.
– Ovipar, fertilisasi eksternal.

a. Ordo Anura (Salientia).
– Tidak berekor
– Mempunyai kaki
– Contoh: Rana limnocharis (katak sawah), Rana ipiens (katak hijau, Bufo biforcatus (kodok), Bufo melanostictus (bangkong).

b. Ordo Urodela (Caudata)
– Berekor
– Mempunyai kaki.
– Contoh: Ambystoma tigrinum (salamander macan)

c. Apoda (Gympophiona)
– Berekor.
– Tidak mempunyai kaki.
– Contoh: Ichthyosis glutinosis (Salamander cacing)

5. REPTILIA

Ciri-ciri
• Kulit kering, dilindungi zat tanduk.
• Mengalami ekskuvikasi (pergantian kulit).
• Kulit reptil terdiri atas epidermis (sisik korneum atau sisik epidermis), dan dermis terdapat kromatofor : santofor (kuning), guanofor (biru), melanofor (coklat)
• Bernafas dengan paru-paru.
• Sistem peredaran tertutup.
• Jantung terdiri atas 4 ruang (2 atrium dan 2 ventrikel) dengan sekat antar ventrikel belum sempurna. Pada buaya sekat antar ventrikel sudah sempurna, tetapi pada basis lengkung aorta kiri dan kanan terjadi kontak karena terdapat lubang foramen panizzae.
• Gonokoris, fertilisasi internal.
• Contoh: Biawak, ular, penyu, buaya, kura-kura.

6. AVES

Ciri-ciri:
• Tubuh terbungkus bulu. Macam bulu:
– Plumae, memberi dasar bentuk tubuh, pada sayap dan ekor. Berfungsi untuk terbang.
– Plumulae, lunak seperti kapas. Terdapat pada burung muda atau yang sedang mengeram
– Filoplumae, bertangkai panjang dan menyerupai rambut. Tumbuh di seluruh bagian tubuh.
• Bulu burung berdasarkan letaknya:
– Remiges, melekat pada sayap.
– Rektrises, terdapat pada ekor.
– Tertrises, menutup badan.
– Parapterum, antara sayap dan badan.
– Alula, pada jari-jari sayap.
• Jantung terdiri atas 4 ruang (2 ventrikel dan 2 atrium) dengan sekat yang sudah sempurna.
• Pernafasan dengan paru-paru, dan dibantu oleh kantong udara (sakus pneumatikus).
• Suhu tubuh tetap (homoeoterm)
• Gonokaris, dengan testis berjumlah sepasang, sedangkan ovarium hanya satu di sebelah kiri. Ovarium kanan mereduksi.
• Fertilisasi internal.
• Mekanisme terbang:
Gerakan sayap ke atas dilakukan oleh kontraksi musculus pectoralis minor (otot dada kecil), sedangkan gerakan sayap ke bawah dilakukan oleh kontraksi musculus pectoralis mayor (otot dada besar). Otot-otot yang digunakan untuk terbang tersebut bagian origonya melekat pada krista sterni.
• Hal-hal spesifik dari burung:
– Tembolok (krop), pelebaran dari kerongkongan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan sementara.
– Lambung, terdiri atas dua bagian: proventrikulus (lambung kelenjar) dan ventrikulus (lambung pengunyah).
– Pada burung merpati tidak mempunyai kantong empedu.
– Pernafasan burung dibantu oleh kantong udara. Fungsi lain kantong udara: memperkeras suara, menjaga suhu tubuh, mengatur berat jenis, mencegah hilangnya panas.

7. MAMALIA

Ciri-ciri
– Mempunyai kelenjar susu (glandulla mammae).
– Homoeoterm.
– Pernafasan dengan paru-paru.
– Jantung terdiri atas 4 ruang (2 serambi, 2 bilik), dengan peredaran darah tertutup.
– Fertilisasi internal.
– Vivipar.
– Hal-hal spesifik pada mamalia:
– Ornythorincus (platypus) dan Echidna bertelur.
– Pada ruminansia (hewan memamak biak), mempunyai 4 bagian lambung: rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Rumen dan retikulum tempat terjadinya fermentasi. Abomasum, analog dengan lambung manusia.
– Embrio mamalia mempunyai selaput: amnion, korion, dan alantois. Amnion berfungsi melindungi embrio dari goncangan.
– Mamalia yang hidup diperairan: Orcella fluminalis (ikan pesut), Prodelphinus malaynus (ikan lumba-lumba), Physeter catedon (ikan lodan), Balaenoptera borealis (ikan paus), Halicure dugong (ikan duyung).

Yummi… enak jaman sekarang, soal latihan sudah tersedia.. tinggal di sedot, dikerjain, di cocokin dengan kunci… beres dech…

Soal TO ini di ambil dari beberapa website yang dari tahun ke tahun mengadakan simulasi UN. Kabar baiknya, soal yang diujikan tahun-tahun sebelumnya punya kemiripan dengan soal yang akan diUNkan.. Ya sudah langsung UNDUH aja..

  1. Soal TO Gunadarma Kode Soal 17 di sini dan kuncinya ini
  2. Soal TO Gunadarma Kode Soal 18 di sini dan kuncinya ini
  3. Soal TO DKI – Jakarta Barat di sini dan kuncinya ini.

 

Dan akhirnya, semoga bermanfaat.. Jangan lupa baca tips SUKSES UN dibawah ini ya..

  1. Jangan mandi, biar pengawasnya gak mau deket-deket
  2. Nyontek gak papa asalkan dari sumber yang ada cap logo ‘HALAL’
  3. Maju tak gentar, menyontek yang BENAR
  4. Jawab soal yang menurut kamu gampang lebih dulu. Kalo semua susah, Tabahlah…
  5. Inget jangan lupa boker bin Ee, biar ga nahan beol pas ujian.
  6. Pinjem kantong ajaibnya Doraemon, Jangan pinjam ranselnya Dora the Explorer
  7. Bawa hp 2.. yang 1 jelek yang 1 bagus, kalo disita kasih yang jelek dan kamu khan masih bisa pake yang bagus
  8. Disaat ragu, perhatikan huruf yang bersinar
  9. Bawa pensil 2, hematlah waktu dgn menggunakan 2 tangan. Otak kanan untuk tangan kiri, otak kiri untuk tangan kanan (dibalik juga boleh)
  10. Sebelum UN dimulai lebih baik update status twitter atau facebook dulu minta doa pada teman/Followers.. Eit jangan lupa upload foto terganteng / tercantikmu di instagram
  11. Pakai celana dalam yang comfort (nyaman) biar gak gelisah
  12. Jangan lupa minum tolak angin sebelum ujian dimulai, Orang Pinter slalu minum Tolak Angin
  13. Inget! Lingkaran jawaban itu dibuletin, bukan dicoblos!
  14. Kalo gak bisa jawab pencet bel lalu bilang “PAS
  15. Jangan terburu-buru ngerjain UN cuma karena pengen nonton Dahsyat, Inbox, dan sebangsanya.
  16. Kalo bocoran biasa terlalu mahal pilihan bocoran generik, mutu sama,harga lebih murah
  17. Apapun ujiannya, minumnya tetap teh botol Sosro
  18. Kalo ketauan berbuat curang, segera buang semua barang yang nantinya bisa memberatkan persidangan anda! (makan kertas, hapus sms, musnahkan HP)
  19. Kalo udah gak bisa jawab, jangan ragu2 lambaikan tangan ke kamera
  20. Ada baiknya semasa UN, lupain hal2 lain yang bisa mengganggu konsentrasi belajar. Yang punya pacar, lebih baik putusin aja dulu
  21. Jangan lupa berdoa! Yak, berdoa supaya ortu kamu ga ngusir kalo kamu gak lulus
  22. Sbelum berdoa, bikin orang2 untuk menzholimi kamu, karena doanya org2 yang terzholimi itu terkabulkan
  23. Pastikan lembar jawaban yang kalian isi bukan punya teman kalian
  24. Taburi garam sekitar meja agar pengawas takut mendekat
  25. Kalo terima paket soal yang mencurigakan, jangan gegabah segeralah telpon gegana, jangan disiram air takutnya meleduk
  26. Jangan kaget jika menemukan pembalut pd lembaran soal UN. Mungkin itu salah satu cara pemerintah mencegah kebocoran soal.. BOCOR..BOCOR…BOCOR…
  27. Kerjakan semua soal UN dalam 5 menit, kemudian keluar kelas. Walau nantinya gak lulus, setidaknya kamu terlihat pintar
  28. Hancurkan konsentrasi pengawas! Gunakan rok pendek, buka kancing sebatas dada, gigit bibir, pandang mata pengawas dengan muka mesum .. (kl di tabok pengawas – jgn salahkan saya he..he..)
  29. Bawa ulat bulu, sebarkan di kursi dan meja pengawas
  30. Jangan terlalu sering melihat ke pengawas, karena itu bisa menimbulkan perasaan cinta yang terlarang
  31. Kalo gak bisa ngerjain soalnya bawa pulang aja bilang ke pengawas buat PR
  32. Kalo mau nyontek ijin dulu ke pengawas (kalo kamu tipe pelajar sopan)
  33. Siapin diri, siapin hati, siapin tisu, dan siapin uang buat minggat dari rumah. Jaga2 kalo kamu gak lulus
  34. Bawa 2 kaca spion untuk jaga2 pengawas dari belakang
  35. Jangan lupa pake seragam sekolah, kalo pake batik dikira jadi pengawas. Selamat Mencoba ya Teman-teman semua :

 

Disclaimer:

Ehm.. Just Kidding .. Segala bentuk kegagalan UN karena mencontek tips di atas tanggung jawab masing-masing.. Tapi swear, kl SOAL TOnya beneran…. so download aja..

 

Latihan ulangan Mutasi dapat di download di sini

Kunci jawaban yang berwarna merah di option jawaban ya… klik disini

 

Teori Pola-pola hereditas, silahkan di download ya di sini

Soal latihan Reproduksi Sel download disini ya..

Bahan Ulangan Materi Genetik dapat di download di sini ya…:

  1. Satu
  2. Dua
  3. Tiga
  4. Empat
  5. Lima
  6. Enam
  7. Tujuh
  8. Delapan

Terattachment soal materi genetik 

mohon maap ngga bisa tambahan belajar.. kl ada pertanyaan tinggal wa aja ya…

 

Latihan soal metabolisme ada di sini

***Silahkan di download, diterawang, diraba, & dikerjakan.. Kalo merasa kesulitan di tanyakan…

PembagianUnsurHara (1)

46. Jawab: B
Kesesuaian antaran kelas dan tempat hidupnya:
Mamalia – Kancil (1) – jawa
Aves – Maleo (2) – Jawa
? Harusnya Sulawesi
Reptilia – Kura-kura (3) – Jawa
? Harusnya diberbagai tempat
Mamalia – Anoa (4) – Papua
? Harusnya di Sulawesi
Aves – Kasuari (5) – Papua
Reptilia – Penyu Hijau (6) – Papua
? Distribusi di banyak wilayah: bali, jawa, pulau derawan
47. Jawab: E
Mikroorganisme dan perannya:
– Clostridium botulinum : penghasil toksin pada makanan kaleng
– Lactobacillus bulgaricus – sebagai probiotik, pembuat yoghurt
– Streptococcus coelicolor – penghasil antibiotik
– Candida albicans – parasit di saluran reproduksi wanita (keputihan)
– Pseudomonas aeruginosa – infeksi paru-paru

48. Jawab : C
Ciri Epitel Transisional
– Sel berlapis
– Bentuk sel berubah-ubah
– Contoh: melapisi ureter, uretra, kandung kemih, saluran napas

49. Jawab: C
Pada proses respirasi, difusi oksigen yang terjadi pada alveolus ke kapiler darah akibat perbedaan tekanan oksigen dialveolus lebih tinggi dibandingkan tekanan oksigen di kapiler

50. Jawab: E
Tuli/Gangguan Dengar Konduktif adalah gangguan dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar dan atau telinga bagian tengah, sedangkan saraf pendengarannya masih baik, dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar atau adanya serumen di liang telinga.

51. Jawab: C
Tumbuhan dikotil berkayu memiliki diameter batang yang lebar dan keras akibat pertumbuhan sekunder oleh jaringan meristem lateral (kambium).

52. Jawab: D
Tahapan dekarboksilasi oksidatif, merupakan salah satu tahapan respirasi aerob dimana asam piruvat hasil glikolisis mengalami proses dekarboksiasli (pelepasan CO2) dan oksidasi (pembentukan NADH) serta dihasilkan senyawa asetil –KoA


53. Jawab: D
Komplemen untai DNA ACGTTACC adalah TGCAATGG
Hasil transkripsi dari untai DNA tersebut : ACGUUACC

54. Jawab: D
Berdasarkan pohon filogeni pada soal menunjukkan bahwa bangsa kera dan manusia mempunyai nenek moyang yang sama.

55. Jawab: D
Fertilisasi in vitro (fertilisasi diluar tubuh) – biasa dikenal dengan bayi tabung adalah salah satu cara untuk memecahkan masalah gangguan reproduksi yakni penyempitan saluran telue (oviduk)

56. Jawab : A
Tumbuhan tali putri bersimbiosis secara parasit dengan tumbuhan inangnya. Hal ini akibat tumbuhan tali putri tidak memiliki klorofil, sehingga untuk mendapatkan senyawa organik diambil dari sel inangnya (parisat obligat)

57. Jawab : C
Sistem peredaran limfe berperan mengembalikan lagi cairan limfe dari ektra seluler ke sistem peredaran darah (sirkulasi). Kandungan cairan limfe sama dengan plasma darah minus protein bermolekul besar, artinya dalam cairan limfe tidak mengandung eritrosit.

58. Jawab: A
Kompetisi adalah bentuk interaksi antara dua organisme yang dapat merugikan kedua belah pihak. Kompetisi terjadi pada individu-individu yang berada dalam satu komunitas. Kompetisi terutama terjadi dalam hal perebutan sumber makanan, habitat, atau pasangan. Ketika sumber makanan tidak sebanding dengan jumlah individu yang menempati wilayah tersebut, maka kompetisi akan semakin besar. Begitu pula dengan wilayah yang sempit juga akan memperbesar tingkat kompetisi antarindividu dalam mempertahankan habitatnya. Ada 2 kompetisi:
– Intraspesifik (spesies yang sama)
– Interspesifik (spesies beda)

59. Jawab : C
Urutan metabolisme glukosa menjadi CO2 + H2O (respirasi aerob)
– Glikolisis
– Dekarboksilasi oksidatif
– Siklus asam sitrat
– Fosforilasi oksidatif (transfer elektron)

60. Jawab : C
Telomer (telomere) adalah bagian paling ujung dari DNA linear. Meskipun termasuk dalam untai DNA, telomer tidak mengkode protein apa pun, sehingga bukan merupakan gen. Telomer berperan penting dalam menjaga kestabilan genom tiap sel. Dengan adanya telomer, penggandaan DNA yang berlangsung sebelum pembelahan sel dapat dilakukan secara tuntas. Telomer tersusun dari urutan basa-basa nukleotida dengan motif tertentu yang berulang-ulang ratusan hingga ribuan kali. Pada manusia, motif telomer yang berulang adalah TTAGGG.

Calsium (=kalsium) adalah mineral yang amat penting bagi Manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.

Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:

  • Mengaktifkan saraf
  • Melancarkan peredaran darah
  • Melenturkan otot
  • Menormalkan tekanan darah
  • Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
  • Menjaga keseimbangan cairan tubuh
  • Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
  • Mencegah penyakit jantung
  • Menurunkan risiko kanker usus
  • Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
  • Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
  • Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  • Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
  • Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
  • Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
  • Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)

Karena pentingnya calsium bagi metabolisme tersebut, maka tubuh akan mempertahankan kandungan kalsium dalam darah 10mg / 100 ml. Dalam kondisi berlebih, calsium akan memberi impuls bagi kelenjar tiroid untuk mensekresi Calcitonin, hormon yang memacu proses deposisi calsium dalam tulang dan menghambat reabsorbsi calcium dalam tubulus ginjal. Jika kalsium darah kurang, ini merupakan impuls bagi kelenjar Paratiroid untuk mensekresi Parathormon (PTH), hormon yang bertanggung jawab dalam (1) memacu reabsorbsi kalsium dari tubulus ginjal, (2) bersama vitamin D memacu penyerapan (absorbsi) calsium dari saluran pencernaan, dan (3) memacu pelepasan calcium dari tulang, sehingga kadar kalsium darah menjadi normal.

Jika diilustrasikan dengan gambar tampak seperti ini:

Pengaturan kalsium

kunci b 1

 

 

kunci b 2

Piramida Ekologi

Struktur trofik dapat digambarkan dalam bentuk diagram yang kemudian dikenal sebagai piramida ekologi. Trofik I (produsen) diletakkan sebagai dasar piramida, kemudian diatasnya adalah trofik yang berikutnya (herbivora, karnivora) sebagai konsumen primer, sekunder, tersier.dan seterusnya sampai ke tingkat yang tertinggi.

Piramida ekologi, ada tiga macam yaitu :

  1. Piramida jumlah: yang menggambarkan jumlah individu pada masing-masing aras trofik
  2. Piramida biomasa: yang menggambarkan besarnya biomasa pada masing-masing aras trofik. Biomasa dapat dinyatakan dalam satuan berat kering atau berat abu.
  3. Piramida energi: yang menggambarkan laju aliran energi atau produktivitas pada setiap aras trofik, energi dapat dinyatakan dalam satuan kalori.

Piramida ekologi memberikan gambaran kasar hubungan antara rantai makanan dengan komponen-komponen biotik dalam suatu ekosistem. Apabila dibandingkan dengan piramida ekologi yang lain, maka piramida jumlah kurang memberikan gambaran hubungan fungsional antara komponen-komponen biotik ekosistem dengan peranan mereka. Hal ini dapat terjadi karena jumlah individu tidak berbanding lurus dengan peranan mereka secara fungsional dalam ekosistem. Piramida biomasa lebih memberikan gambaran yang signifikan terhadap suatu struktur trofik, karena mampu memberi­kan gambaran secara kasar tentang pengaruh menyeluruh dari rantai makanan dan pengaruh peranan masing-masing aras trofik. Piramida energi adalah suatu piramida yang dianggap paling baik dalam meggambarkan peranan masing-masing komponen ekosistem dibandingkan dengan pira­mida ekologi, piramida jumlah dan piramida biomasa. Dengan menggunakan piramida energi maka peranan komuni­tas atau masing-masing aras trofik dalam suatu ekosistem dapat diketa­hui secara jelas. Hal ini disebabkan oleh karena piramida energi dapat menggambarkan besarnya aliran energi pada tiap-tiap aras trofik.

Efisiensi Ekologi

Efisiensi ekologi adalah rasio atau perbandingan antara laju aliran energi pada berbagai mata rantai dalam rantai makanan (pada berbagai aras trofik). Piramida energi dapat digunakan untuk menghitung efisiensi ekologi tersebut, namun akan lebih jelas apabila efisiensi energi ini dapat diberikan dalam bentuk diagram aliran energi seperti Gambar 2.1.Penilaian efisiensi ekologi akan lebih akurat apabila mata rantai makanan memiliki dimensi yang sama, artinya apabila membandingkan aliran energi antara dua aras trofik tersebut harus dalam satuan energi yang sama. Jadi apabila pada aras trofik I menggunakan satuan kalori, maka pada aras trofik II juga harus menggunakan satuan kalari

Trofik yang lebih tinggi pada umumnya mempunyai efisiensi ekologi juga lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa organisme yang menempa­ti trofik lebih tinggi, juga lebih efisien dalam menangkap energi. Padahal telah ketahui bahwa organisme yang menempati trofik lebih tinggi memiliki jumlah ketersediaan energi makanan yang lebih kecil dibanding organisme yang menempati trofik rendah.

Berarti hewan karnivora misalnya singa. Singa lebih efisien menangkap energi dibandingkan dengan hewan herbivore, seperti kambing. Herbivora mempunyai efisiensi penangkapan energi yang lebih rendah dibandingkan dengan karnivora. Hal ini dapat ditunjukkan pada perilaku makan, yaitu mereka mempunyai perilaku makan yang berbeda. Sebagai contohnya adalah kambing. Kambing selalu akan berusaha memakan rumput hijau bila mereka bertemu dengan rumput. Hal tersebut akan berbeda dengan harimau. Harimau tidak akan mencari mangsa bilamana tidak lapar, dan bila tidak lapar mereka tidak akan menyerang meskipun bertemu mangsa. Bahkan mereka dapat bertahan berhari-hari atau beberapa minggu bilamana telah memakan mangsanya dengan puas. Contoh lain adalah ular Piton. Ular ini akan tidur selama 1-2 bulan setelah menelan seekor kambing. Contoh lain adalah ikan Koki pada akuarium kaca. Ikan ini akan selalu menyantap makanan yang diberikan oleh manusia. Berbeda dengan ikan Oskar, yang mana ikan Oskar belum tentu menyantap mangsa yang diberikan manusia. Gambaran di atas memperlihatkan dengan jelas bahwa organisme yang efisien dalam menangkap energi juga efisien dalam mengguna­kan energi. Karnivora (Harimau misalnya) tidak akan membuang-buang tenaga atau energi untuk mencari, menyerang dan menangkap mangsanya bilamana mereka belum lapar benar atau belum perlu masukan energi. Sedangkan organisme yang tidak efisien dalam menangkap energi selalu beru­saha untuk memakan makanan yang ditemuinya (contohnya adalah kambing yang selalu tidak diam memakan rumput dan deaunan), bilamana mereka tidak demikian maka kambing tidak dapat mencukupi keperluan energi untuk hidup mereka. Hal ini membuktikan bahwa kambing memakan rumput hanya menerima masukan energi yang relatif sedikit pada setiap kali makan rumput. Hal tersebut juga membuktikan bahwa kambing memiliki efisiensi yang rendah dalam menangkap energi dari rumput.

sumber: materi kuliah ekologi pertanian UNIB dosen Priono Prawito

 

Hormon utama untuk mengendalikan kadar glukosa darah adalah hormon insulin dan glukagon