Mikroalga adalah alga berukuran mikro

Contoh : SpirulinaNannochloropsis spBotryococcus brauniiChlorella sp, dan Tetraselmis suecia.

  • Uniseluler
  • Eukariot atau prokariot
  • Habitat air laut atau air tawar
  • Berklorofil
  • Fotoautotrof
  • Efisiensi tinggi dalam hal penggunaan air, CO2 dan nutrisi lainnya di bandingkan tanaman tingkat tinggi
  • Penghasil 50% oksigen di bumi
  • Kebanyakan spesies mikroalga menghasilkan produk yang khas seperti karotenoid, antioksidan, asam lemak, enzim, polimer, peptida, toksin, dan sterol
  • Mempunyai potensi digunakan sebagai bioethanol, seperti Prymnesium parvumChlorococum spTetraselmis sueciaAnthrospira sp, dan Chlorella sp.

Mamalia (hewan menyusui) yang berjalan dengan kuku memiliki adaptasi berupa kuku di kakinya yang besar dan kuat, sehingga mampu menopang berat badan saat berlari.

Mamalia berkuku ini termasuk dalam kelompok Ungulata, yang kemudian dibagi lagi menjadi kelompok hewan berkuku ganjil (Perissodactyla) dan berkuku genap (Artiodactyla). Kedua kelompok ini merupakan klasifikasi makhluk hidup pada tingkatan ordo.

Hewan berkuku ganjil (Perissodactyla)

Pada kelompok hewan ini, berat badan ditahan pada satu kuku saja, yaitu kuku pada jari ketiga (jari tengah) di kakinya. Hewan dalam ordo Perissodactyla ini meliputi sekitar 17 spesies yang dibagi menjadi tiga famili: Equidae (kuda, keledai, dan zebra), Rhinocerotidae (badak), dan Tapiridae (tapir).

Hewan berkuku genap (Artiodactyla)

Pada kelompok hewan ini, berat badan ditahan pada dua kuku, yaitu kuku ketiga dan keempat. Kelompok hewan berkuku genap termasuk babi, kuda nil, unta, llama, alpaka, rusa, jerapah, antelop, antelop, domba, kambing, dan sapi. Banyak di antaranya yang sangat penting bagi manusia.

Selain pada susunan kukunya, kedua ordo hewan ini juga berbeda dalam susunan pencernaanya. Hewan berkuku ganjil mencerna serat tumbuhan (selulosa) pada usus, sementara hewan berkuku genap mencerna selulosa pada lambungnya.

Akar adventif adalah akar modifikasi yang tumbuh merespon stimulus eksternal.

Jenis dan Contoh Akar Adventif

Akar adventif untuk struktural tanaman:

  • Akar gantung: Akar ini masuk celah dan retakan, dan memberikan dukungan ke tumbuhan / pohon. misalnya pohon beringin.
  • Akar penyangga: Akar ini bertindak sebagai pilar. Mereka tumbuh dari cabang ke bawah, dan berakar di tanah di bawah memberikan dukungan yang mantap untuk tanaman. misalnya mangrove.
  • Akar tunjang: Bila batang lemah, akar berkembang dari bagian yang lebih rendah dan menyebar lateral, memperkuat dasar tanaman. misalnya tanaman sawit.
  • Akar panjat/merambat: tanaman merambat mengembangkan akar panjat untuk membantu mereka dalam mendapatkan pegangan kuat pada struktur yang mereka daki. misalnya sirih.
  • Akar papan: Seperti namanya, ini tumbuh dari pangkal batang, dan memberikan dukungan ke tanaman, seperti penopang tidak ke dinding. misalnya pohon ara.

Akar adventif untuk menyimpan nutrisi:

  • Annulated: Akar ini telah modifikasi bengkak seperti cincin pada mereka, muncul satu di samping yang lain. misalnya ipecacuanha.
  • Fasciculated: pembangunan Cluster seperti akar untuk penyimpanan makanan. misalnya dahlia.
  • Moniliform: bentuk mirip pembengkakan yang diamati secara berkala. misalnya rumput.
  • Nodulose: ini memiliki pembengkakan menuju ujung akar, muncul seperti node. misalnya jahe jahe.
  • Tuberous: jenis ini memiliki pembengkakan acak tanpa bentuk yang pasti. misalnya ubi.

Akar adventif yang mempunyai khusus:

  • Penyerapan Aerial: Dalam beberapa tanaman, akar ini menyerap nutrisi dan kelembaban dari udara. misalnya bakau.
  • Asimilasi Makanan: Beberapa akar memiliki klorofil, dan mampu fotosintesis. Dengan demikian, akar ini bisa menyiapkan makanan dari tanaman dari mineral diserap dan air. misalnya tinospora.
  • Gaya apung: Dalam tanaman air, mereka mengembangkan kemampuan menyimpan udara. Dengan demikian, mereka membantu tanaman mengapung di atas permukaan air. misalnya Jussiaea
  • Akar Parasit: Parasit tanaman mengembangkan akar adventif mampu mengisap nutrisi dari tanaman inang. misalnya cusuta

Meskipun reproduksi seksual telah terbukti sangat berhasil, populasi betina partenogenetik sering terjadi pada taksa tertentu, termasuk kadal cambuk dari genus Aspidoscelis. Analisis allozim mengungkapkan tingkat heterozigositas tetap yang tinggi pada spesies partenogenetik ini, mendukung pandangan bahwa mereka berasal dari peristiwa hibridisasi antara spesies seksual terkait.

Belum jelas bagaimana mekanisme meiosis menghasilkan telur diploid untuk mempertahankan heterozigositas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa meiosis dimulai dengan jumlah kromosom dua kali lipat dalam spesies partenogenetik, sebuah mekanisme yang memberikan dasar untuk menghasilkan gamet dengan kandungan kromosom yang tidak tereduksi tanpa penyimpangan mendasar dari program meiosis klasik. Pengamatan kami terhadap kompleks sinapsis dan chiasmata menunjukkan bahwa program meiosis khusus terjadi dan heterozigositas tidak dipertahankan oleh rekombinasi. Pasangan kromosom saudara menyediakan mekanisme untuk pemeliharaan heterozigositas, yang sangat penting untuk mengimbangi penurunan kebugaran yang terkait dengan kurangnya keragaman genetik pada spesies partenogenetik.

Ciri – ciri manusia purba Homo Floresiensis yaitu:

  • Hidup diantara 95.000 sampai 18.000 tahun yang lalu
  • Tubuh kerdil
  • Mempunyai tengkorak yang relatif panjang dan rendah
  • Memiliki ukuran otak sangat kecil
  • Volume otak 380 cc
  • Mempunyai rahang yang menonjol
  • Memiliki dahi yang sempit
  • Memiliki berat badan 25 kg
  • Tinggi badan sekitar 106 cm

Kefir adalah minuman yang terbuat dari susu dengan proses fermentasi yang berasal dari daerah Kaukasus. Cara pembuatannya adalah dengan memasukaan butiran kefir ke dalam susu sapi, kambing, atau domba.

Istilah kefir berasal dari bahasa Turki, ke’if, yang artinya enak, keadaan (kondisi) yang baik. Dari wujudnya, kefir berbeda dari yoghurt yang juga merupakan hasil fermentasi susu. Kefir berwujud cair, sedang yoghurt berwujud kental.

Dugaan lain, nama Kefir berasal dari “kaafuura”, yaitu nama mata air di surga yang airnya berwarna putih, harum baunya dan lezat rasanya. Kata ini tercantum dalam Al Qur’an, yaitu pada Surat Al Insaan, ayat 5. Kefir merupakan salah satu jenis susu fermentasi dengan menggunakan kultur starter berupa biji kefir, namun dapat juga menggunakan starter cair kefir

Komposisi mikroba kefir :
Lactococcus lactis subsp. lactis, Lactococcus lactis subsp. cremoris, Streptococcus thermophilus, Enterococci durans, Leuconostocs sp., Leuconostocs mesenteroides, Acetobacter sp., Bacillus sp., Bacillus subtilis, Micrococcus sp., Escherechia coli, Kluyveromyces lactis, Kluyveromyces marxianus, dan Pichia fermentans.

Cara membuat Susu Kefir :

  1. Masukkan susu sapi segar ke dalam wadah plastik yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan.
  2. Timbang kefir grains seberat 50g, masukkan ke dalam 1 liter susu, aduk perlahan sampai larutan homogen. Tutup rapat dengan tutup wadah atau kain, simpan di tempat yang gelap dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  3. Setelah fermentasi lebih kurang 12 jam, aduk kefir sampai rata, kemudian fermentasikan lagi selama 12 jam.
  4. Setelah fermentasi total 24 jam, saring kefir dengan saringan plastik. Aduk hati-hati dengan spatula atau sendok plastik. Hasil yang menyangkut di saringan adalah kefir grains yang bisa anda gunakan kembali pada pembuatan kefir berikutnya. Simpan kefir grains ke dalam kulkas dengan memberikan sedikit susu segar sebagai makanannya.
  5. Lanjutkan fermentasi kefir selama 24 jam lagi pada suhu ruang.
  6. Setelah 24 jam, simpan susu kefir yang sudah jadi di dalam kulkas.

Dimorfisme seksual adalah perbedaan sistematik luar antar individu yang berbeda jenis kelamin dalam spesies yang sama. Contohnya mencakup ukuran, warna, dan keberadaan atau ketidakberadaan bagian tubuh yang digunakan dalam tampilan perkenalan atau perkelahian, seperti perhiasan bulu, tanduk, sungut atau taring.

Relung ekologi (ecological niche) adalah jumlah total semua penggunaan sumberdaya biotik dan abiotik oleh organisme di lingkungannya

Relung fundamental (fundamental niche) mengacu pada kumpulan sumberdaya yang secara teoristis mampu digunakan oleh suatu populasi dibawah keadaan ideal.

Pada kenyataannya, masing-masing populasi terlibat dalam jaring-jaring interaksi dengan populasi spesies lain, dan pembatas biologis, seperti kompetisi, predasi, atau ketidakhadiran beberapa sumberdaya yang dapat digunakan, bisa memaksa populasi tersebut untuk hanya menggunakan sebagian relung fundamentalnya. Sumberdaya yang sesungguhnya digunakan oleh suatu populasi secara kolektif disebut relung realisasi (realized niche).

Pada jantung terdapat 4 sel otoritmik, lalu apa yang sebenarnya terjadi pada ke 4 nya ketika terjadi gagal jantung?

Sel yang pertama disebut sebagai nodus sinoatrial (SA). Sel ini terletak di dinding atrium sebelah kanan dekat pintu vena cava superior. Nodus ini disebut juga sebagai pemacu normal, dengan mengirimkan 80 — 110 impuls.

Sel yang kedua adalah nodus atrioventrikel (AV). Nodus ini terletak di dasar, dekat sekat antara atrium dan ventrikel.

Sel yang ketiga merupakan berkas HIS. Berkas HIS merupakan sel yang dihasilkan oleh nodus AV dan masuk ke septum interventrikel. Berkas HIS bercabang dua satu ke ventrikel kiri satu ke ventrikel kanan. Cabang kiri berkas kembali terbagi menjadi 3 :

  • Fasikulus Septal, yang mendepolarisasikan septum interventrikularis dari arah kiri ke kanan
  • Fasikulus Anterior, berjalan di sepanjang permukaan anterior (depan) ventrikel kiri.
  • Fasikulus Superior, berjalan di sepanjang permukaan posterior ( belakang) ventrikel kiri

Sel yang terakhir disebut sebagai serat purkinje. Sel ini berupa serat-serat yang menyerupai ranting2 kecil pada cabang2 pohon. Fungsinya mengalirkan arus listrik menuju ke miokardium ventrikel.

Gambar dari sini

Sel-sel otoritmik bekerja dengan mekanisme kerjanya sendiri. Pada awalnya, nodus SA akan terangsang secara sendirinya, kemudian gelombang depolarisasi menyebar ke arah luar menuju miokardium atrium kiri dan kanan. Saat sel-sel atrium terdepolarisasi, atrium akan berkontraksi.

Setelah depolarisasi selesai, gelombang depolarisasi melanjutkan perjalanannya menuju ke suatu sawar/barrier dimana terdapat Nodus AV.  Nodus AV bertugas untuk memperlambat konduksi sehingga atrium dapat menyelesaikan kontraksinya sebelum ventrikel berkontraksi, sehingga seluruh darah pada atrium sudah tersalurkan ke ventrikel.

Setelah waktu perlambatan nodus AV selesai, gelombang lepas dari nodus AV secara cepat menuju berkas HIS dan serat purkinje di dasar ventrikel. Pada saat itu pula, gelombang mendepolarisasikan ventrikel kiri dan kanan dan ventrikel pun berkontraksi.

Setelah itu, sel-sel pada jantung akan masuk pada masa repolarisasi dimana sel-sel kebal terhadap rangsangan. Dan siklus itu terjadi terus menerus.

Vernalisasi adalah perlakuan pada tanaman dengan temperatur rendah untuk mendorong terbentuknya bunga. Perlakuan vernalisasi dilakukan pada biji atau umbi dan biasanya hanya dilakukan pada tanaman yang membutuhkan suhu rendah (2 sd 10 derajat celcius) selama 2 sd 6 minggu untuk proses pembungaannya.

Perlakuan vernalisasi dapat digantikan dengan pemberian hormon giberellin. Fungsi hormon giberellin ini, untuk memacu pembungaan dan pembentukan buah

PEMBEDA NITRIFIKASI DENITRIFIKASI
Defenisi Perubahan (oksidasi) ammonia menjadi Nitrat (NO3) Reduksi nitrat (NO3) menjadi gas nitrogen (N2)
Bakteri yang terlibat Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter Spirillum, Lactobacillus, Pseudomonas, Thiobacillus
Kebutuhan Oksigen Aerob Anaerob
Cara memperoleh makanan Autotrof Hetrotrof
Prekursor Amonia Nitrat
Produk akhir Nitrat Nitrogen
pH dan temperatur pH : 6.5 – 8.5 suhu: 16 – 35°C pH : 7.0 – 8.5 suhu : 26 – 38°C
Manfaat Nitrat sumber dinitrogen bagi tanaman Digunakan untuk pengelolaan limbah dan bermanfaat untuk habitat air

Makromolekul adalah molekul yang sangat besar. Polimer baik itu alami maupun sintetik merupakan makromolekul, misalnya hemoglobin. Beberapa senyawa non-polimer juga ada yang termasuk ke dalam makromolekul, misalnya lipid. Bagaimanapun juga, sistem jaringan atom besar lainnya seperti ikatan kovalen logam tidak dapat dikatakan sebagai makromolekul.

Istilah makromolekul ini pertama kali diperkenalkan oleh pemenang hadiah nobel Hermann Staudinger sekitar tahun 1920an. Makromolekul terdiri dari Hidrogen, karbon, nitrogen, oksigen, belerang, dan fosfor.

Rongga meduler adalah rongga yang terletak di bagian tengah tulang. Rongga ini merupakan tempat penyimpanan sumsum tulang merah dan/atau kuning (jaringan adiposa). Maka dari itu, rongga meduler juga dikenal dengan sebutan rongga sumsum. Sumsum tulang merah sendiri merupakan jaringan yang terbentuk dari komponen sel darah, dan sumsum tulang ini merupakan satu-satunya yang ada saat lahir, tetapi kemudian sumsum tulang merah akan berubah menjadi sumsum tulang kuning.

Rongga ini terlibat dalam proses pembuatan sel darah merah dan putih. Rongga meduler juga menjadi sumber kalsium bagi burung untuk menghasilkan cangkang telur

Ciri-ciri

  • Habitat : laut, melekat pada dasar atau batu-batuan. Beberapa spesies terdapat di air tawar.
  • Autotrof, tetapi ada yang heterotrof. Yang heterotrof tidak berkromatofora dan hidup sebagai parasit pada ganggang lain.
  • Tubuhnya benang, lembaran atau menyerupai tanaman tingkat tinggi.
  • Hasil asimilasi berupa tepung floridae (mirip glikogen) dan floridosida (senyawa gliserin dan galaktosa) serta tetes minyak. Kadang terdapat pirenoid.
  • Pigmen dominan fikoeritrin (merah), pigmen lain: klorofil dan fikosianin (biru)
  • Dinding sel : selulosa (sebelah dalam) dan pektin berlendir (sebelah luar).
  • Bentuk talus
Ciri-ciri Alga Merah (Rhodophyta)

Perkembangbiakan

  • Vegetatif : fragmentasi
  • Generatif : perkawinn antara sel jantan dan sel betina dari. Zigot yang di hasilkan tumbuh menjadi alga diploid selanjutnya menghasilkan spora jantan dan spora betina yang bersifat haploid. Masing-masing spora haploid yang dihasilkan akan tumbuh menjadi alga betina dan alga jantan. Daur hidup ini akan terulang lagi.

Contoh Alga Merah

Selain itu juga dipakai dalam industri agar, yaitu sebagai bahan yang dipakai untuk mengeraskan/memadatkan media pertumbuhan bakteri. Beberapa alga merah yang dikenal dengan sebutan alga koral menghasilkan kalsium karbonat didinding selnya.

Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut.

Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium, Pterocladia dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar.

Setelah terjadi fertilisasi, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel-sel yang sama besarnya dengan bentuk seperti buah anggur yang disebut morula. Morula akan terus membelah sampai terbentuk rongga. Tahap ini disebut blastula dengan rongga di dalamnya yang disebut blastosol.

Gambar di ambil dari sini

Blastula terdiri dari sel-sel bagian luar (outer cell mass / trofoblast) dan sel-sel bagian dalam (inner cell mass / embrioblast). Sel-sel bagian luar blastula merupakan sel-sel trofoblast yang akan membantu implantasi blastula pada dinding endometrium uterus.
Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan pertama ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait terhadap endometrium, selain itu sel trofoblas mengeluarkan enzim proteolitik yang mencerna dan cairkan sel-sel endometrium menjadi cairan dan nutrien yang ditransfer secara aktif oleh sel-sel trofoblas ke dalam blastula agar bakal embrio dapat berkembang lebih lanjut