Bioakumulasi, merupakan akumulasi senyawa kimia dalam tubuh organisme melalui berbagai cara yang dimungkinkan seperti kontak langsung, respirasi, makanan, dan lain-lain.

Biomagnifikasi (disebut juga bioamplifikasi) : akumulasi bahan pencemar melalui rantai makanan. Pada proses ini, senyawa kimia melewati tropik dan konsentrasi bahan pencemar tertinggi terjadi pada konsumen puncak pada rantai makanan tersebut.

Biodilusi: proses kebalikan biomagnifikasi, dimana konsentrasi polutan semakin kecil dengan meningkatnya tropik dalam rantai makanan.

Biokonsentrasi adalah akumulasi zat yang di serap dari ekosistem air pada tubuh organisme akibat laju ekskresi lebih rendah dari asupan.

Pohon filogenetika atau pohon evolusi adalah diagram percabangan atau “pohon” yang menunjukkan hubungan evolusi antara berbagai spesies makhluk hidup berdasarkan kemiripan dan perbedaan karakteristik fisik dan/atau genetik mereka.Takson yang terhubung pada pohon tersebut berarti diturunkan dari satu nenek moyang bersama. Penggambaran pertama pohon ini antara lain ditemukan pada buku Elementary Geology dari Edward Hitchcock (1840) dan The Origin of Species dari Charles Darwin (1859).

Dalam biologi, filogeni atau filogenesis adalah kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya. Istilah “filogeni” dipinjam dari bahasa Belanda, fylogenie, yang berasal dari gabungan kata bahasa Yunani Kuno yang berarti “asal-usul suku, ras”.

Pohon filogeni Carnivora, menunjukkan hubungan antara taksa dan hubungan antar organisme

 

 

HB (HEMOGLOBIN)

Hemoglobin adalah molekul di dalam eritrosit (sel darah merah) dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan oleh  kadar Hemoglobin.
Nilai normal Hb :

Wanita 12-16 gr/dL
Pria 14-18 gr/dL
Anak 10-16 gr/dL
Bayi baru lahir 12-24gr/dL

Penurunan Hb terjadi pada penderita: anemia penyakit ginjal, dan pemberian cairan intra-vena (misalnya infus) yang berlebihan. Selain itu dapat pula disebabkan oleh obat-obatan tertentu seperti antibiotika, aspirin, antineoplastik (obat kanker), indometasin (obat antiradang).

Peningkatan Hb terjadi pada pasien dehidrasi, penyakit paru obstruktif menahun (COPD), gagal jantung kongestif, dan luka bakar. Obat yang dapat meningkatkan  Hb yaitu metildopa (salah satu jenis obat darah tinggi)  dan gentamicin (Obat untuk infeksi pada kulit

TROMBOSIT (PLATELET)

Trombosit adalah komponen sel darah yang berfungsi dalam proses menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan.

Penurunan sampai di bawah 100.000 permikroliter (Mel) berpotensi terjadi perdarahan dan hambatan perm-  bekuan darah. Jumlah normal pada tubuh manusia adalah 200.000-400.ooo/Mel darah. Biasanya dikaitkan dengan penyakit demam berdarah.

HEMATOKRIT (HMT)

Hematokrit menunjukkan persentase zat padat (kadar sel darah merah, dan Iain-Iain) dengan jumlah cairan darah. Semakin tinggi persentase HMT berarti konsentrasi darah makin kental. Hal ini terjadi karena adanya perembesan (kebocoran) cairan ke luar dari pembuluh darah sementara jumlah zat padat tetap, maka darah menjadi lebih kental.Diagnosa DBD (Demam Berdarah Dengue) diperkuat dengan nilai HMT > 20 %.

Nilai normal HMT :  

Anak 33 -38%
Pria dewasa 40 – 48 %
Wanita dewasa 37 – 43 %

Penurunan HMT terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak, misal pada kecelakaan), anemia, leukemia, gagalginjal kronik, mainutrisi, kekurangan vitamin B dan C, kehamilan, ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung).

Peningkatan HMT terjadi pada dehidrasi, diare berat,eklampsia (komplikasi pada kehamilan), efek pembedahan, dan luka bakar, dan Iain-Iain.

LEUKOSIT (SEL DARAH PUTIH)

Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Nilai normal :

Bayi baru lahir 9000 -30.000 /mm3
Bayi/anak 9000 – 12.000/mm3
Dewasa 4000-10.000/mm3

Peningkatan jumlah leukosit (disebut Leukositosis) menunjukkan adanya proses infeksi atau radang akut,misalnya pneumonia (radang paru-paru), meningitis (radang selaput otak), apendiksitis (radang usus buntu), tuberculosis, tonsilitis, dan Iain-Iain. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya aspirin, prokainamid, alopurinol, antibiotika terutama ampicilin, eritromycin, kanamycin, streptomycin, dan Iain-Iain.

Penurunan jumlah Leukosit (disebut Leukopeni) dapat terjadi pada infeksi tertentu terutama virus, malaria, alkoholik, dan Iain-Iain. Selain itu juga dapat disebabkan obat-obatan, terutama asetaminofen (parasetamol),kemoterapi kanker, antidiabetika oral, antibiotika (penicillin, cephalosporin, kloramfenikol), sulfonamide (obat anti infeksi terutama yang disebabkan oleh bakter).
Hitung Jenis Leukosit (Diferential Count)

Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit  yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit.

Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan secara spesifik kejadian dan proses penyakit dalam tubuh, terutama penyakit infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit. Salah satu jenis leukosit yang cukup besar, yaitu 2x besarnya eritrosit (se! darah merah), dan mampu bergerak aktif dalam pembuluh darah maupun di luar pembuluh darah. Neutrofil paling cepat bereaksi terhadap radang dan luka dibanding leukosit yang lain dan merupakan pertahanan selama fase infeksi akut.

Peningkatan jumlah neutrofil biasanya pada kasus infeksi akut, radang, kerusakan jaringan, apendiksitis akut (radang usus buntu), dan Iain-Iain.

Penurunan jumlah neutrofil terdapat pada infeksi virus, leukemia, anemia defisiensi besi, dan Iain-Iain.
EOSINOFIL

Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibatdalam alergi dan infeksi (terutama parasit) dalam tubuh, dan jumlahnya 1 – 2% dari seluruh jumlah leukosit. Nilai  normal dalam tubuh: 1 – 4%

Peningkatan eosinofil terdapat pada kejadian alergi, infeksi parasit, kankertulang, otak, testis, dan ovarium.  Penurunan eosinofil terdapat pada kejadian shock,  stres, dan luka bakar.

BASOFIL

Basofil adalah salah satu jenis leukosit yang jumlahnya 0,5 -1% dari seluruh jumlah leukosit, dan terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang seperti asma, alergi kulit, dan lain-lain.Nilainormal dalam tubuh: o -1%

Peningkatan basofil terdapat pada proses inflamasi(radang), leukemia, dan fase penyembuhan infeksi.

Penurunan basofil terjadi pada penderita stres, reaksi hipersensitivitas (alergi), dan kehamilan

LIMPOSIT

Salah satu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi. Nilai normal: 20 – 35% dari seluruh leukosit.

Peningkatan limposit terdapat pada leukemia limpositik, infeksi virus, infeksi kronik, dan Iain-Iain.

Penurunan limposit terjadi pada penderita kanker, anemia aplastik, gagal ginjal, dan Iain-Iain.

MONOSIT

Monosit merupakan salah satu leukosit yang berinti besar dengan ukuran 2x lebih besar dari eritrosit sel darah merah), terbesar dalam sirkulasi darah dan diproduksi di jaringan limpatik. Nilai normal dalam tubuh: 2 – 8% dari jumlah seluruh leukosit.

Peningkatan monosit terdapat pada infeksi virus,parasit (misalnya cacing), kanker, dan Iain-Iain.

Penurunan monosit terdapat pada leukemia limposit dan anemia aplastik.

ERITROSIT

Sel darah merah atau eritrosit berasal dari Bahasa Yunani yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung. Eritrosit adalah jenis se) darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Pada orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen rendah maka cenderung memiliki sel darah merah lebih banyak.

Nilai normal eritrosit :

Pria 4,6 – 6,2 jt/mm3
Wanita 4,2 – 5,4 jt/mm3

MASA PERDARAHAN

Pemeriksaan masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit, dilakukan dengan adanya indikasi (tanda-tanda) riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga.

Nilai normal :  

dengan Metode Ivy 3-7 menit
dengan Metode Duke 1-3 menit

Waktu perdarahan memanjang terjadi pada penderita trombositopeni (rendahnya kadar trombosit hingga 50.000 mg/dl), ketidaknormalan fungsi trombosit, ketidaknormalan pembuluh darah, penyakit hati tingkat berat, anemia aplastik, kekurangan faktor pembekuan darah, dan leukemia. Selain itu perpanjangan waktu perdarahan juga dapat disebabkan oleh obat misalnya salisilat (obat kulit untuk anti jamur), obat antikoagulan warfarin (anti penggumpalan darah), dextran, dan Iain-Iain.

Masa Pembekuan

Merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan darah. Hal ini untuk memonitor penggunaan antikoagulan oral (obat-obatan anti pembekuan darah). Jika masa pembekuan >2,5 kali nilai normal, maka potensial terjadi perdarahan.Normalnya darah membeku dalam 4 – 8 menit (Metode Lee White).

Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung), emboli pulmonal (penyakit paru-paru), penggunaan pil KB, vitamin K, digitalis (obat jantung), diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air, misal jika ada pembengkakan).

Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati, kekurangan faktor pembekuan darah, leukemia, gagal jantung kongestif.
LAJU ENDAP DARAH  (LED)

LED untuk mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan plasma. LED dapat digunakan sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi, perjalanan penyakit, terutama pada penyakit kronis seperti Arthritis Rheumatoid (rematik), dan TBC.

Peningkatan LED terjadi pada infeksi akut lokal atau sistemik (menyeluruh), trauma, kehamilan trimester II dan III, infeksi kronis, kanker, operasi, luka bakar.Penurunan LED terjadi pada gagal jantung kongestif, anemia sel sabit, kekurangan faktor pembekuan, dan angina pektoris (serangan jantung).Selain itu penurunan LED juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti  aspirin, kortison, quinine, etambutol.
G6PD (GLUKOSA 6 PHOSFAT DEHIDROGENASE)

Merupakan pemeriksaan sejenis enzim dalam sel darah merah untuk melihat kerentanan seseorang terhadap anemia hemolitika. Kekurangan G6PD merupakan kelainan genetik terkait gen X yang dibawa kromosom wanita. Nilai normal dalam darah yaitu G6PD negatif

Penurunan G6PD terdapat pada anemia hemolitik, infeksi bakteri, infeksi virus, diabetes asidosis.
Peningkatan G6PD dapat juga terjadi karena obat-obatan seperti aspirin, asam askorbat (vitamin C) vitamin K, asetanilid.

BMP (BONE MARROW PUNCTION)

Pemeriksaan mikroskopis sumsum tulang untuk menilai sifat dan aktivitas hemopoetiknya (pembentukan sel darah). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penderita yang dicurigai menderita leukemia.

Nilai normal rasio M-E (myeloid-eritrosit) atau perbandingan antara leukosit berinti dengan eritrosit berinti yaitu 3 :1 atau 4 :1

HEMOSIDERIN/FERITIN

Hemosiderin adalah cadangan zat besi dalam tubuh yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya kekurangan zat besi dalam tubuh yang mengarah ke risiko menderita anemia.

PEMERIKSAAN ALKOHOL DALAM PLASMA

Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya intoksikasi alkohol (keracunan alkohol) dan dilakukan untuk kepentingan  medis dan hukum. Peningkatan alkohol darah melebihi 100 mg/dl tergolong dalam intoksikasi alkohol sedang berat dan dapat terjadi pada peminum alkohol kronis, sirosis hati, malnutrisi, kekurangan asam folat, pankreatitis akut (radang pankreas), gastritis (radang lambung), dan hipo-glikemia (rendahnya kadar gula dalam darah).

PEMERIKSAAN TOLERANSI LAKTOSA

Laktosa adalah gula sakarida yang banyak ditemukan dalam produk susu dan olahannya. Laktosa oleh enzim  usus akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa. Penumpukan laktosa dalam usus dapat terjadi karena kekurangan enzim laktase, sehingga menimbulkan diare, kejang abdomen (kejang perut), dan flatus (kentut) terus-menerus, hal ini disebut intoleransi laktosa.  dalam jumlah besar kemudian diperiksa kadar gula darah . Apabila nilai glukosa darah sewaktu >20 mg/dl dari nilai gula darah puasa berarti laktosa diubah menjadi glukosa atau toleransi laktosa, dan apabila glukosa sewaktu <20 mg/dl dari kadar gula darah puasa, berarti terjadi intoleransi glukosa. Sebaiknya menghindari konsumsi produk susu. Hal ini dapat diatasi dengan sedikit demi sedikit membiasakan konsumsi produk susu.

Nilai normal : 

dalam plasma < 0,5 mg/dl
dalam urin 12-40 mg/dl

LDH (LAKTAT DEHIDROGENASE)

Merupakan salah satu enzim yang melepas hidrogen, dan tersebar luas pada jaringan terutama ginjal, rangka, hati, dan otot jantung.

Peningkatan LDH menandakan adanya kerusakan jaringan. LDH akan meningkat sampai puncaknya 24-48 jam setelah infark miokard (serangan jantung) dan tetap normal 1-3 minggu  kemudian. Nilai normal: 80 – 240 U/L

SGoT (Serum Glutamik Oksoloasetik
Transaminase)

Merupakan enzim transaminase, yang berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung. Pelepasan SGOT yang tinggi dalam serum menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan jantung dan hati.

Nilai normal :

Pria s.d.37 U/L
Wanita s.d. 31 U/L

Pemeriksan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya intoleransi laktosa dengan cara memberi minum laktosa
Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung, sirosis hepatis, infark paru, dan Iain-lain.

Peningkatan SGOT 3-5X normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu, gagal jantung kongestif, tumor hati, dan Iain-lain.

Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sei-sel hati, infark miokard (serangan jantung), pankreatitis akut (radang pankreas), dan Iain-lain.

SGPT (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase)

Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati. Peningkatan dalam serum darah menunjukkan adanya trauma atau  kerusakan hati.

Nilai normal : 

Pria sampai dengan 42 U/L
Wanita sampai dengan 32 U/L

Peningkatan >20x normal terjadi pada hepatitis virus, hepatitis toksis.
Peningkatan 3 – 10x normal terjadi pada infeksi mond nuklear, hepatitis kronik aktif, infark miokard (serangan  jantung).
Peningkatan 1 – 3X normal terjadi pada pankreatitis, sirosis empedu.


ASAM URAT

Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin (bagian penting dari asam nukleat pada DNA dan RNA).Purin terdapat dalam makanan antara lain: daging, jeroan,   kacang-kacangan, ragi, melinjo dan hasil olahannya. Pergantian purin dalam tubuh berlangsung terus-menerus dan menghasilkan banyak asam urat walaupun tidak ada  input makanan yang mengandung asam urat.

Asam urat sebagian besar diproduksi di hati dan diangkut ke ginjal. Asupan purin normal melalui makanan akan menghasilkan 0,5 -1 gr/hari. Peningkatan asam urat dalam serum dan urin bergantung pada fungsi ginjal, metabolisme purin, serta asupan dari makanan. Asam urat dalam urin akan membentuk kristal/batu dalam saluran kencing. Beberapa individu dengan kadar asam urat >8mg/dl sudah ada keluhan dan memerlukan pengobatan.

Nilai normal :

Pria 3,4 – 8,5 mg/dl     (darah)
Wanita 2,8 – 7,3 mg/dl     (darah)
Anak 2,5 – 5,5 mg/dl     (darah)
Lansia 3,5 – 8,5 mg/dl     (darah)
Dewasa 250 – 750 mg/24 jam (urin)

Peningkatan kadar asam urat terjadi pada alkoholik, leukemia, penyebaran kanker, diabetes mellitus berat, gagal ginjal, gagal jantung kongestif, keracunan timah hitam, malnutrisi, latihan yang berat. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya asetaminofen, vitamin C,aspirin jangka panjang,diuretik.

Penurunan asam urat terjadi pada anemia kekurangan asam folat, luka bakar, kehamilan, dan Iain-Iain. Obat-obat yang dapat menurunkan asam urat adalah allopurinol,  probenesid, dan Iain-Iain.
Kreatinin

Merupakan produk akhir metabolisme kreatin otot dan kreatin fosfat (protein) diproduksi dalam hati. Ditemukan dalam otot rangka dan darah, dibuang melalui urin. Peningkatan dalam serum tidak dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan.

Nilai normal dalam darah : 

Pria 0,6 – 1,3 mg/dl
Wanita 0,5 – 0,9 mg/dl
Anak 0,4 -1,2 mg/dl
Bayi 0,7 -1,7 mg/dl
Bayi baru lahir 0,8 -1,4 mg/dl

Peningkatan kreatinin dalam darah menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dan penyusutan massa otot rangka. Hal ini dapat terjadi pada penderita gagal ginjal, kanker, konsumsi daging sapi tinggi, serangan jantung. Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin nyaitu vitamin C, antibiotik golongan sefalosporin,aminoglikosid, dan Iain-Iain.


BUN (BLOOD UREA NITROGEN)

BUN adalah produk akhir dari metabolisme protein, dibuat oleh hati. Pada orang normal, ureum dikeluarkan melalui urin.


Nilai normal :

Dewasa 5-25 mg/dl
Anak 5-20 mg/dl
Bayi 5-15 mg/dl

Rasio nitrogen urea dan kreatinin = 12 :1 – 20 :1

Pemeriksaan Trigliserida

Merupakan senyawa asam lemak yang diproduksi dari karbohidrat dan disimpan dalam bentuk lemak hewani.  Trigliserida ini merupakan penyebab utama penyakit  penyumbatan arteri dibanding kolesterol.

Nilai normal : 

Bayi 5-4o mg/dl
Anak 10-135 mg/dl
Dewasa muda s/dl50 mg/dl
Tua (>50 tahun) s/d 190 mg/dl

Penurunan kadartrigliserid serum dapatterjadi karena malnutrisi protein, kongenital (kelainan sejak lahir). Obat-obatan yang dapat menurunkan trigliserida yaitu asam askorbat (vitamin C), metformin (obata anti diabetik oral).

Peningkatan kadar trigliserida terjadi pada hipertensi (penyakit darah tinggi), sumbatan pembuluh darah otak,diabetes mellitus tak terkontrol, diet tinggi karbohidrat, kehamilan. Dari golongan obat, yang dapat meningkatkan trigliserida yakni pil KB terutama estrogen.

HDL (High Density Lipoprotein)

Merupakan salah satu dari 3 komponen lipoprotein (kombinasi protein dan lemak), mengandung kadar protein tinggi, sedikit trigliserida dan fosfolipid, mempunyai sifat umum protein dan terdapat dalam plasma darah. HDL sering disebut juga lemak baik, yang dapat membantu mengurangi penimbunan plak pada pembuluh darah.

Nilai normal :

Pria >55 mg/dl
Wanita >65 mg/dl

Nilai yang berisiko terhadap Penyakit Jantung Koroner (PJK) yaitu

Risiko tinggi <35 mg/dl
Risiko sedang 35 – 45 mg/dl
Risiko rendah >6o mg/dl

Peningkatan lipoprotein dapat dipengaruhi oleh obat aspirin, kontrasepsi, sulfonamide.

LDL (Low Density Lipoprotein)

Merupakan lipoprotein plasma yang mengandung sedikit trigliserida, fosfolipid sedang, protein sedang, dan kolesterol tinggi. LDL mempunyai peran utama sebagai pencetus terjadinya penyakit sumbatan pembuluh darah yang mengarah ke serangan jantung, stroke, dan Iain-Iain.

Nilai normal : <150 mg/dl

risiko ringgi terjadi jantung koroner >16o mg/dl
risiko sedang terjadi jantung koroner 130 -159 mg/dl
risiko rendah terjadi jantung koroner <130 mg/dl


VLDL (Very Low Density Lipoprotein)

Merupakan lipoprotein plasma yang mengandung trigliserida, tinggi,fosfolipid,dan kolesterol sedang, serta protein rendah. Tergolong lipoprotein yang punya andil besar dalam menyebabkan penyakit jantung koroner.

Albumin

Albumin adalah protein yang larut air, membentuk lebih dari 50% protein plasma, ditemukan hampir di setiap jaringan tubuh. Albumin diproduksi di hati, dan berfungsi untuk mempertahankan tekanan koloid osmotik darah sehingga tekanan cairan vaskular (cairan di dalam pembuluh darah) dapat dipertahankan.

Nilai normal :

Dewasa 3,8 – 5,1 gr/dl
Anak 4,0 – 5,8 gr/dl
Bayi 4,4 – 5,4 gr/dl
Bayi baru lahir 2,9 – 5,4 gr/dl

Penurunan albumin mengakibatkan keluarnya cairan vascular (cairan pembuluh darah) menuju jaringan sehingga terjadi oedema (bengkak). Penurunan albumin bisa juga disebabkan oleh :

1. Berkurangnya sintesis (produksi) karena malnutrisi, radang menahun, sindrom malabsorpsi, penyakit hati menahun, kelainan genetik.
2. Peningkatan ekskresi (pengeluaran), karena luka bakar luas, penyakit usus, nefrotik sindrom (penyakit ginjal).

NATRIUM  (Na)

Natrium adaiah salah satu mineral yang banyak terdapat pada cairan elektrolit ekstraseluler (di luar sel), mempunyai efek menahan air, berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh, mengaktifkan enzim, sebagai  konduksi impuls saraf.

Nilai normal dalam serum :   

Dewasa 135-145 mEq/L
Anak 135-145 mEq/L
Bayi 134-150 mEq/L

Nilai normal dalam urin :

40 – 220 mEq/L/24 jam

Penurunan Na terjadi pada diare, muntah, cedera jaringan, bilas lambung, diet rendah garam, gagal ginjal, luka bakar, penggunaan obat diuretik (obat untuk darah  tinggi yang fungsinya mengeluarkan air dalam tubuh).

Peningkatan Na terjadi pada pasien diare, gangguan jantung krohis, dehidrasi, asupan Na dari makanan tinggi,gagal hepatik (kegagalan fungsi hati), dan penggunaan obat antibiotika, obat batuk, obat golongan laksansia  (obat pencahar).

Sumber garam Na yaitu: garam dapur, produk awetan (cornedbeef, ikan kaleng, terasi, dan Iain-Iain.), keju,/.buah ceri, saus tomat, acar, dan Iain-Iain.

KALIUM (K)

Kalium merupakan elektrolit tubuh yang terdapat pada cairan vaskuler (pembuluh darah), 90% dikeluankan melalui urin, rata-rata 40 mEq/L atau 25 -120 mEq/24 jam wa laupun masukan kalium rendah.

Nilai normal :

Dewasa 3,5 – 5,0 mEq/L
Anak 3,6 – 5,8 mEq/L
Bayi 3,6 – 5,8 mEq/L

Peningkatan kalium (hiperkalemia) terjadi jika terdapat gangguan ginjal, penggunaan obat terutama golongan sefalosporin, histamine, epinefrin, dan Iain-Iain.

Penurunan kalium (hipokalemia) terjadi jika masukan kalium dari makanan rendah, pengeluaran lewat urin meningkat, diare, muntah, dehidrasi, luka pembedahan.

Makanan yang mengandung kalium yaitu buah-buahan, sari buah, kacang-kacangan, dan Iain-Iain.

KLORIDA (Cl)

Merupakan elektrolit bermuatan negatif, banyak terdapat pada cairan ekstraseluler (di luar sel), tidak berada dalam serum, berperan penting dalam keseimbangan cairan tubuh, keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Klorida sebagian besar terikat dengan natrium membentuk NaCI (natrium klorida).

Nilai normal :

Dewasa 95-105 mEq/L
Anak 98-110 mEq/L
Bayi 95 -110 mEq/L
Bayi baru lahir 94-112 mEq/L

Penurunan klorida dapat terjadi pada penderita muntah, bilas lambung, diare, diet rendah garam, infeksi akut, luka bakar, terlalu banyak keringat, gagal jantung kronis, penggunaan obatThiazid, diuretik, dan Iain-lain.

Peningkatan klorida terjadi pada penderita dehidrasi,cedera kepala, peningkatan natrium, gangguan ginjal,penggunaan obat kortison, asetazolamid, dan Iain-Iain.

KALSIUM  (Ca)

Merupakan elektrolit dalam serum, berperan dalam keseimbangan elektrolit, pencegahan tetani, dan dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi gangguan hormon tiroid dan paratiroid.

Nilai normal :

Dewasa 9-11 mg/dl (di serum) ; <150 mg/24 jam (di urin & diet rendah Ca) ; 200 – 300 mg/24 jam (di urin & diet tinggi Ca)
Anak 9 -11,5 mg/dl
Bayi 10 -12 mg/dl
Bayi baru lahir 7,4 -14 mg/dl.

Penurunan kalsium dapat terjadi pada kondisi malabsorpsi saluran cerna, kekurangan asupan kalsium dan vitamin D, gagal ginjal kronis, infeksi yang luas, luka bakar, radang pankreas, diare, pecandu alkohol, kehamilan. Selain itu penurunan kalsium juga dapat dipicu oleh penggunaan obat pencahar, obat maag, insulin, dan Iain-Iain.

Peningkatan kalsium terjadi karena adanya keganasan (kanker) pada tulang, paru, payudara, kandung kemih, dan ginjal. Selain itu, kelebihan vitamin D, adanya batu ginjal, olah raga berlebihan, dan Iain-Iain, juga dapat memacu peningkatan kadar kalsium dalam tubuh.

PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH

Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan (gula darah puasal nuchter) atau 2 jam setelah makan (gula darah post prandial).

Nilai normal gula darah puasa :

Dewasa 70 -110 mg/dl
Anak 60-100 mg/dl
Bayi baru lahir 30-80 mg/dl

Tes Widal

Merupakan pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosa thypus.Tes ini menggunakan antigen Salmonella jenis O (somat/k) dan H {flagel) untuk menentukan tinggi rendahnya titer antibodi. Titer antibodi pada penderita thypus akan meningkat pada minggu ke II. Kemudian titer antibodi O akan menurun setelah beberapa bulan, dan titer antibodi H akan menetap sampai beberapa tahun.

Jika titer antibodi 0 meningkat segera setelah adanya demam, menunjukkan adanya infeksi Salmonella strain O dan demikian pula untuk strain H.

PEMERIKSAAN TORCH

Pemeriksaan untuk identifikasi adanya virus Toksoplasma Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan herpes simplek pada ibu dan bayi baru lahir, melalui sampel darah ibu. Pemeriksaan ini perlu dilakukan jika ada riwayat sebelumnya atau dugaan infeksi kongen/tal (bawaan) pada bayi baru lahir yang ditandai dengan hasil pemeriksaan imunoglobulin G pada janin lebih tinggi dibanding pada ibu.

Toksoplasma gondii merupakan parasit yang hidup dalam usus hewan piaraan rumah terutama anjing dan kucing. Selain itu, diduga parasit ini juga terdapat pada tikus, merpati, ayam, sapi, kambing, dan kerbau, sehingga mudah menular pada manusia. Jika parasit ini menginfeksi ibu hamil, maka dapat menyebabkan infeksi pada
Nilai normal pemeriksaan TORCH pada lgG ibu hamil dan janin adalah negatif.

POSTAT SPESIFIK ANTIGEN (PSA)

PSA adalah glikoprotein dari jaringan prostat yang meningkat jika terjadi hipertropi (pembesaran) dan meningkat lebih tinggi lagi pada penderita kanker prostat.

Pemeriksaan PSA pada pasien kanker prostat ini berfungsi untuk memonitor perkembangan sel kanker. Pemeriksaan ini lebih sensitif daripada fosfatase prostat, namun pemeriksaan kombinasi keduanya akan lebih akurat.

Nilai rujukan :

Tidak ada kelainan prostat 0-4 ng/ml
Pembesaran prostat jinak 4 -19 ng/ml
Kanker prostat 10-20 ng/ml

PEMERIKSAAN REDUKSI

Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya glukosa dalam urin dengan menggunakan reagen Benedict, Fehling, dan Iain-lain. Hasil dinyatakan dengan :

Negatif jika warna tetap (tidak ada glukosa)
Positif 1 (+) jika warna hijau kekuningan dan keruh (terdapat 0,5 -1% glukosa)
Positif 2 (++) jika warna kuning keruh (terdapat 1 -1,5% glukosa)
Positif 3 (+++) jika warna jingga seperti lumpur keruh (terdapat 2 – 3,5% glukosa)
Positif 4 (++++) jika warna merah keruh (terdapat > 3,5% glukosa)

Janin dan kecacatan fisik setelah lahir, dengan gejala retinitis, hydrocephalus, microcephalus, dan Iain-Iain.Reduksi (+) dalam unn menunjukkan adanya hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah) di atas 170mg%, karena nilai ambang batas ginjal untuk absorpsi glukosa adalah 170 mg%. Jika hasii pemeriksaan reduksi (+) disertai hiperglikemia maka menandakan adanya penyakit Diabetes Mellitus.


ANALISA SPERMA

Merupakan pemeriksaan dengan bahan sperma untuk melihat jumlah, volume cairan, persentase sperma matang,pergerakan, dan Iain-Iain. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan penyebab kemandulan pada pria.

Nilai normal pada pria dewasa :

Jumlah 50-150 juta/ml
Volume 1,5-5,0 ml
Bentuk 75 % matang
Mobilitas 60 % bergerak aktif

Penyimpangan dari niTai” normaf cff atas, Dfasanya terjadi pada pasien vasektomi, kemandulan, pengobatan kanker, dan pengobatan yang mengandung estrogen (hormon wanita).

Sumber Artikel : Aboutlabkes

Ehm.. soalnya diupload ya.. silahkan download disini..
SATU
DUA
TIGA
EMPAT
LIMA
ENAM

Sedangkan kuncinya:

1. B 11. E 21. B 31. D
2. D 12. – 22. C 32. A
3. B 13. D 23. C 33. D
4. D 14. B 24. E 34. C
5. E 15. C 25. E 35. A
6. B 16. B 26. B 36. B
7. E 17. D 27. D 37. A
8. A 18. D 28. B 38. A
9. C 19. A 29. B 39. B
10. C 20. E 30. B

Kalo masih pingen soal dengan kisi-kisi UN dapat di download di sini

A.      CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

 

  • Nutrisi (makan)
  • Transportasi (pengangkutan)
  • Sintesis (penyusunan)
  • Respirasi (pernafasan)
  • Ekskresi (pengeluaran)
  • Regulasi (pengaturan)
  • Pertumbuhan dan perkembangan
  • Reproduksi (berkembangbiak)
  • Adaptasi (penyesuaian diri terhadap lingkungan)
  • Iritabilita (tanggap terhadap rangsang)

 

B.      TEORI ASAL USUL MAKHLUK HIDUP

 

  1. Teori Penciptaan Khusus (Special Creation)
  • Makhluk hidup diciptakan oleh kekuatan supernatural secara serentak/ dalam kurun waktu yang sama.
  • Tokoh:
  • George Cuvier
  • Linnaeus
  1. Teori Kosmozoa
  • Senyawa organik pembentuk makhluk hidup yang berada dibumi berasal dari ruang angkasa.
  • Tokoh: Julian Huxley
  1. Teori Abiogenesis
  • Makhluk hidup berasal dari benda mati (generatio spontanea).
  • Tokoh:
  • Aristoteles
  • Antonie Van Leuwenhoek
  • John Needham
  1. Teori Biogenesis
  • Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya (omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo)
  • Tokoh:
  • Fransisco Redi (Italia)
  • Lazzaro Spallanzani (Italia)
  • Louis Pasteur (Perancis)
  1. Teori Biologi Modern (Neoabiogenesis)

Teori Alexander I. Oparin

  • Menurut Oparin, pada atmosfer purba miskin oksigen tetapi terdapat senyawa CH4 (metana), NH3 (amoniak), H2 (hidrogen), dan uap air (H2O)  yang berasal dari aktivitas gunung berapi. Senyawa-senyawa tersebut dengan bantuan energi halilintar, sinar UV, sinar kosmis, dan lain-lain bereaksi membentuk senyawa organik. Bersama air hujan senyawa organik jatuh kebumi membentuk lapisan primordial soup / primitive soup (sup purba) di lautan, dimana lapisan atas rusak karena sinar UV yang nantinya bermanfaat sebagai sumber makanan dan pelindung, sedang lapisan bawahnya secara bersama-sama membentuk sel primitive yang disebut koaservat, yang dapat tumbuh dan membelah di lautan. Jadi, menurut Oparin: makhluk hidup terbentuk dari hasil reaksi kimia dalam laut, ketika atmosfer bumi belum terdapat oksigen bebas.

Eksperimen Harold Urey dan Stanley Miller

 

  • Melakukan percobaan di laboratorium, bahwa jika CH4, NH3, H2, dan H2O direaksikan dalam kompartemen buatan di laboratorium dengan menggunakan energi listrik, maka akan terbentuk molekul organik seperti asam amino, gula sederhana dan senyawa lain.

C.      METODE ILMIAH

Cara/langkah-langkah tertentu yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah biologi atau ilmu pengetahuan lain. Langkah tersebut adalah:

  • Masalah
  • Observasi
  • Hipotesis
  • Eksperimen
  • Kesimpulan

Metode mempelajari proses evolusi manusia:

  • Fosil
  • Persamaan ciri manusia dengan organisme lain.

Dalam buku The Descent of Man (asal-usul manusia) karya Charles Darwin, mempelajari asal usul manusia dengan melihat persamaan ciri manusia dengan primata. Persamaan ciri tersebut antara lain:

  • jari dilengkapi dengan kuku dan bukan cakar
  • jari-jari umumnya dapat bergerak sendiri-sendiri.
  • ujung jari dengan sidik jari, sehingga tidak licin
  • mata menghadap ke depan dengan penglihatan 3 dimensi
  • tulang mata melindungi bola mata
  • melakukan pemeliharaan anak dengan waktu yang relatif lama
  • kulit mempunyai kelenjar keringat
  • adanya koordinasi antara mata dan anggota gerak
  • memiliki kemampuan penglihatan dengan warna
  • dibandingkan golongan lain, anggota primata mempunyai intelegensia yang tinggi.
Klasifikasi Primata

Ordo Scandentia

     Famili Tupaiidae (tupai)

Ordo Primata

Sub ordo Prosimii

  • Famili Cheirogallidae (lemur kerdil)
  • Famili Lemuridae (lemur)
  • Famili Indriidae (indris)
  • Famili Daubentoniidae (aye-ayes)
  • Famili Lorisidae (loris)
  • Famili Tarsidae (tarsius)
Subordo Anthropoid

  • Famili Callitichidae (marmoset)
  • Famili Cebidae (kera dunia baru)
  • Famili Cercopithecidae (kera dunia lama: lutung, monyet)
  • Famili Hylobatidae (gibon, siamang)
  • Famili Pongidae (orangutan, gorila, simpanse)
  • Famili Hominidae (manusia)

 

Fosil manusia yang pernah ditemukan

 

  1. Manusia Pertama

Volume otak ± 600 cc, berjalan tegak, gigi menyerupai manusia dan hidup di tanah terbuka

  • Australopithecus africanus
  • Australopithecus afarensis
  • Australopithecus robustus/Paranthropus robustus
  • Australopithecus boissei
  • Plesianthropus transvalensis
  1. Homo Habilis

Artinya ‘orang yang cekatan’, ditemukan oleh Louis Leukey dan Mary di Olduvai, Tanzania pada tahun 1961. Volume otak ± 700 cc

 

  1. Manusia Purba
  • Pithecanthropus erectus, volume otak ± 770 – 1000 cm3
  • Sinanthropus pekinensis, volume otak ± 900 – 1200 cm3
  • Homo soloensis volume otak 1100 cm3 dan diduga kanibal.
  • Homo mojokertensis, volume otaknya 700 cm3 dan hidup 600.000 tahun yang lalu
  • Homo heidelbergensis, diperkirakan hidup 500.000 tahun yang lalu
  1. Manusia Modern (Homo sapiens)

Menurut para ahli paleoantropologi, Homo sapiens berkembang dari turunan Homo erectus yaitu Neanderthal. Diperkirakan Homo erectus di Afrika, Asia, dan Australasia (Australia, Papua Nugini dan Indonesia) menghasilkan turunan yang beraneka ragam dengan volume otak yang lebih besar dari Homo erectus. Salah satu turunannya adalah Neandhertal yang pernah hidup di Eropa, Timur Tengah dan beberapa negara Asia. Fosil Neandhertal pertama kali ditemukan oleh Dusseldorf pada ahun 1856 di Lembah Neanderthal, Jerman. Teori sebaran makhluk hidup secara paralel ini di kenal dengan “model multiregional”. Data fosil yang mendukung teori ini adalah ditemukannya fosil neandhertal di berbagai daerah, antara lain:

  • Manusia Monte Circeo di Italia
  • Manusia Steinheim di Jerman
  • Manusia Laverassi di barat daya Perancis
  • Manusia Gunung Carmel di Palestina
  • Manusia Shanidar di Irak utara Manusia Broken Hill di Zambia

Pendapat asal usul manusia dengan model multiregional di tentang ahli paleoantropologi lain Christopher Stringer dari University of College, London. Menurut Stringer, keberadaan Homo sapiens berasal dari Homo erectus keturunan afrika. Semua turunan Neandhertal di banyak daerah mengalami kepunahan tanpa memberi sumbangan pada keberadaan Homo sapiens. Pendapat ini didukung dari hasil analisis DNA mitokondria oleh Rebecca Cann pada tahun 1980 pada berbagai ras manusia yang mewakili empat benua semakin menunjukkan bahwa nenek moyang Homo sapiens berasal dari bangsa Afrika. Model asal mula manusia ini dikenal dengan “model monogenesis”. Fosil yang menunjang pada model monogeneis ini adalah fosil manusia Cromagnon, yang ditemukan di gua Perancis pada tahun 1868  dan dianggap sebagai manusia postNeandhertal. Ciri-ciri manusia Cromagnon adalah

  • volume otaknya 1500 cm3
  • dagu menonjol
  • hidung mancung
  • gigi kecil dan merata
  • raut muka lebar
  • diperkirakan hidup 60.000-10.000 tahun yang lalu

Penemuan baru-baru ini memberikan pandangan baru tentang teori asal usul manusia. Salah satu fosil yang di temukan di Sangiran ternyata hanya berumur 30.000 – 57.000 tahun. Ini bertentangan dengan banyak pendapat yang mengatakan bahwa Homo erectus sudah punah sekitar 200.000 tahun lalu. Apabila analisis terhadap fosil ini benar, maka ada kemungkinan bahwa Homo erectus, Homo Neandhertal dan Homo sapiens pernah hidup pada masa yang sama. Dengan penemuan ini membuat teori asal usul manusia semakin tidak menentu.

Adalah fakta yang dapat dijadikan petunjuk adanya evolusi:

  1. Variasi individu

Tidak ada individu yang sama, meskipun dalam satu keturunan. Adanya variasi individu ini terjadi karena adanya rekombinasi genetik.

  1. Kesamaan embrio

Semua vertebrata menunjukkan kesamaan bentuk pada perkembangan yaitu mulai dari zigot sampai gastrula.

  1. Kesamaan struktur anggota depan.

Umumnya anggota gerak depan vertebrata mempunyai kesamaan struktur. Contoh: sayap burung, tangan manusia dan kaki depan kuda ternyata mempunyai struktur yang sama yaitu lengan atas terdiri atas satu tulang, lengan bawah terdiri atas dua tulang, dan adanya tulang-tulang kecil membentuk telapak dan jari tangan.

  1. Domestifikasi

Domestifikasi: pembudidayaan hewan atau tumbuhan liar.

  1. Rudimentasi

Sisa-sisa organ/struktur tubuh hasil rudimentasi juga merupakan bukti evolusi. Contoh:

  • Sisa sedikit selaput pada dasar jari
  • Reduksi jari kuda.
  • Tulang ekor.
  • Umbai cacing.
  • Sisa kaki belakang pada pada paus, beberapa ular (Pyton, Cylindrophis, Anilius, dll).
  • Telinga yang dapat bergerak.
  1. Fosil

Fosil: sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang telah membatu atau jejak-jejak organisme pada batu-batuan. Beberapa pendapat tentang fosil:

  • Leonardo da Vinci, menyatakan bahwa fosil merupakan petunjuk adanya evolusi.
  • George Cuvier, penganut paham katalisme (teori penciptaan khusus): pada masa berbeda diciptakan makhluk hidup yang berbeda.
  • Charles Darwin, menyatakan bahwa fosil merupakan petunjuk dari kehidupan yang kontinu yang berkembang secara evolusi.

Fosil terlengkap sebagai bukti evolusi adalah fosil kuda, hasil temuan Marsh dan Osborn. Urutan evolusi kuda dari yang tertua hingga kuda sekarang : Eohippus – Misohippus – Merryhyppus – Pliohippus – Equus.

Perubahan yang terjadi:

  • Tubuh semakin besar.
  • Kepala semakin besar, dengan jarak antara mulut dan mata semakin jauh.
  • Geraham bentuknya semakin disesuaikan untuk memakan rumput-rumputan.
  • Leher semakin panjang.
  • Kaki semakin panjang sehingga lari semakin cepat dan lincah. Gerakan rotasi mundur.
  • Jari kaki semakin berkurang, dari lima jari menjadi satu jari.
  1. Kesamaan faal

Semua vertebrata mempunyai kesamaan dalam membutuhkan oksigen untuk pernafasannya.

  1. Radiasi adaptasi

Radiasi adaptasi adalah terbentuknya/munculnya spesies karena adaptasi. Contoh: munculnya reptil besar (Dinosaurus dll) dan mamalia. Keberadaan reptil timbul pada waktu daratan sudah dapat dihuni. Karena tidak adanya predator, maka semua macam variasi dapat bertahan. Hal ini dapat terlihat dari ukuran Dinosaurus yang luar biasa besarnya. Karena suatu sebab, terjadi kepunahan Dinosaurus sehingga mamalia mulai mengusai dunia. Dalam hal ini terjadi suksesi dan pergantian populasi.

  1. Homologi

Homolog: struktur yang mempunyai asal-usul sama, sedangkan fungsi sama atau tidak sama. Contoh: tangan manusia dengan kaki depan kuda.

Tidak homolog: struktur yang mempunyai asal usul tidak sama.

Analog: struktur yang mempunyai fungsi sama. Contoh: sayap burung dan sayap serangga.

Paralog: keadaan yang tidak pasti, apakah struktur yang dibandingkan homolog atau tidak.

Hanya homolog sebagai bukti adanya evolusi.

  1. Bukti biokimiawi

Contohnya kesamaan organisme dalam menggunakan enzim untuk metabolismenya.

  1. Bukti sistematik

Data sistematik menunjukkan gambaran organisme yang paling primitif hingga organisme yang telah maju. Contoh: katak dalam perkembangannya mempunyai insang dan paru-paru, merupakan hewan peralihan antara ikan dan reptil.

Sebaran (distribusi) organisme juga merupakan bukti evolusi. Contoh: hewan berkantong di Indonesia hanya ditemukan di Indonesia bagian timur (Papua). Harimau hanya ditemukan di Sumatra, Jawa, dan Bali, tetapi tidak ditemukan di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

 

B.  SPESIASI

Spesiasi: Proses pembentukan spesies. Faktor yang menyebabkan:

  1. Hibridisasi (perkawinan)
  2. Mutasi

Mutasi (perubahan makhluk hidup) sebagai bahan dasar evolusi

  1. Domestikasi

Adalah pembudidayaan makhluk hidup liar

  1. Rekombinasi gen

Rekombinasi gen terjadi karena proses hibridisasi

  1. Isolasi (hambatan melakukan reproduksi)

Hambatan prazigotik

Hambatan pascazigotik

(barier postzygotic)

  1. Isolasi habitat
  2. Isolasi musim
  3. Isolasi perilaku
  4. Isolasi mekanik
  5. Isolasi gamet
  1. Isolasi perkembangan
  2. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida
  3. Kemandulan hibrida
  4. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif

 

Isolasi habitat

Contoh, dua spesies katak yaitu Bufo fowleri dan Bufo americanus dapat melakukan persilangan dan menghasilkan keturunan yang hidup, tetapi dihabitatnya, Bufo fowleri hidup di air mengalir sedangkan Bufo americanus berbiak digenangan air hujan.

Isolasi musim

Contoh: Pinus radiata dan Pinus muricata dua spesies simpatrik yang hidup di daerah California (USA). Kedua spesies ini dapat melakukan persilangan tetapi jarang dilakukan karena Pinus radiata mengeluarkan serbuk sari pada permulaan bulan februari sedangkan Pinus muricata mengeluarkan serbuk sari pada bulan april

Isolasi perilaku

Contoh: Kunang-kunang betina hanya akan memberikan respons ke cahaya dengan pola yang sama dengan jenisnya yaitu dengan memancarkan cahaya kembali untuk menarik kunang-kunang jantan.

Isolasi mekanik

Contoh: tumbuhan anggrek mempunyai struktur bunga sedemikian rupa sehingga sulit melakukan penyerbukan

Isolasi gamet

Contoh: pada Drosophila virilis dan Drosophila americana, ternyata sperma tidak dapat mencapai sel telur karena mati akibat saluran reproduksi mengeluarkan cairan penghambat.

Isolasi perkembangan

Contoh: Pada banyak spesies katak yang termasuk genus Rana, yang hidup pada daerah dan habitat yang sama,  tidak jarang melakukan hibridisasi. Tetapi, turunan (hibrid) yang dihasilkan umumnya tidak menyelesaikan tahapan perkembangan embrio (mati).

Ketidakmampuan hidup suatu hibrida

Contohnya, pada tembakau hasil perkawinan spesies yang berbeda,  mati sebelum berbunga karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya.

Kemandulan hibrida (sterilitas hibrid)

Contoh: mule, suatu hibrid hasil persilangan antara kuda dan keledai, dapat hidup tetapi steril.

Eliminasi hibrida yang bersifat selektif

Contohnya: kapas yang berbeda dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan turunan fertil, tetapi kerusakan akan terjadi pada generasi berikutnya yang mati pada saat berbentuk biji, atau tumbuh menjadi tumbuhan yang cacat.

Hasil karya Darwin ditulis dalam buku yang berjudul: “ On the origin of species by means of natural selection” (terbentuknya spesies baru karena seleksi alam), yang berisi dua teori pokok:

  1. Spesies yang sekarang berasal dari spesies yang hidup dimasa lampau.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Ajaran Darwin tentang evolusi didasarkan pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut:

  1. Tidak ada dua individu yang sama (variasi).
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak.
  3. Untuk berkembangbiak perlu makanan dan ruang yang cukup.
  4. Bertambahnya populasi tidak berjalan terus menerus.

Hal-hal yang dilakukan Darwin untuk menunjang teori evolusinya:

  1. Ekspedisi ke pulau Galapagos

Hasil ekspedisi Darwin ke pulau Galapagos (spanyol = kura-kura) adalah:

  • Kura-kura raksasa dengan berat 250 kg dan berumur hingga 250 tahun.
  • Variasi bentuk paruh burung Finch (14 variasi) karena perbedaan jenis makanan.

 

  1. Studi tentang geologi.

Studi geologi didasarkan dari buku Charles Lyell (1830) berjudul: “Principles of geologi” yang menyatakan:

  • Deretan fosil di batuan muda berbeda dengan fosil di batuan yang lebih tua.
  • Perbedaan ini disebabkan karena perubahan perlahan-lahan.
  1. Studi tentang Ekonomi.

Bahan referensi Darwin tentang ekonomi didapatkan dari buku Robert Malthus yang berjudul “An essay on the principle of population” yang menyatakan: kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan produksi pangan.

Gagasan Darwin sama dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace. Wallace melakukan ekspedisi ke bekas jajahan Inggris di Malaysia, kemudian ke Borneo, Sulawesi dan Maluku. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fauna di Indonesia barat berbeda dengan Indonesia timur. Pengamatan yang lain adalah tentang hukum alam yaitu terjadinya persaingan antara individu intra maupun ektra spesies atau “survival of the fittest”

Teori Darwin Vs Lamarck

Lamarck Darwin
Evolusi = adaptasi terhadap lingkungan. Evolusi = variasi + seleksi alam.
Dikenal dengan istilah use and disuse. Organ yang digunakan akan berkembang baik sedang yang tidak digunakan akan mereduksi. Dikenal dengan istilah Natural selection. Organisme yang adaptif dapat hidup terus, sedang yang tidak adaptif akan punah.
Leher jerapah panjang karena digunakan untuk menjangkau daun-daun yang letaknya tinggi. Penyebab perubahan leher jerapah menjadi panjang karena adanya variasi individu dan seleksi alam.

 

Teori Darwin dan Genetika

Penerapan teori Darwin oleh August Weismann adalah dengan memotong tikus hingga 20 generasi, dan ternyata pada generasi ke 21 semua tikus tetap mempunyai ekor.

Penelitian lain:

Kelinci dengan gen lemak kuning Kelinci dengan gen lemak putih
Diberi makanan wortel lemak kuning lemak putih
Diberi makanan tidak berpigmen kuning  

Lemak putih

 

lemak putih

 

Kesimpulan : sel-sel tubuh tidak dipengaruhi lingkungan. Evolusi adalah seleksi terhadap faktor genetik atau evolusi menyangkut diturunkannya gen-gen melalui sel-sel kelamin.

 

Adaptasi dan Seleksi

 

Makhluk hidup yang adaptif terhadap lingkungan akan tetap hidup, sedangkan yang tidak adaptif akan punah. Contoh:

Biston bitularia bersayap cerah Biston bitularia bersayap gelap
Sebelum revolusi industri Populasi lebih banyak daripada yang bersayap gelap Populasi lebih sedikit daripada yang brsayap cerah
Sesudah revolusi industri Jumlah populasi berkurang Jumlah populasi bertambah

 

Bakteri resisten Bakteri tidak resisten
Sebelum pemberian antibiotik Populasi lebih sedikit daripada bakteri yang tidak resisten Populasi lebih banyak daripada bakteri resisten
Sesudah pemberian antibiotik Populasi lebih banyak daripada bakteri tidak resisten Populasi lebih sedikit daripada bakteri  resisten

Materi reproduksi sel dapat di download di sini atau REPRODUKSI SEL

Persiapan materi hereditas dan kunci dapat di download di siap ulum materi hereditas

No KODE SOAL
582 583 584 591 592 594
46 E A E B B A
47 E B E C C B
48 B E C D A C
49 E E A B B B
50 C D D A A B
51 D C E B D A
52 A D B C C D
53 D E D A B C
54 D B E B D D
55 B D D D B D
56 E E B D D B
57 C C C A C A
58 C E C B A C
59 E C C C A A
60 C C E A B A

Sintesis asam lemak terjadi di sitosol, terutama di hepar, ginjal, otak, paru,  payu dara, jaringan lemak.  Kofaktor yang diperlukan termasuk NADPH, ATP, Mn++ dan HCO3

Bahan bakunya adalah asetil-KoA. Asetil-KoA yang berasal dari glukosa terbentuk di dalam mitokhondria dari asam piruvat. Selanjutnya akan berkondensasi dengan oksaloasetat membentuk asam sitrat.  Asam sitrat akan dipompa keluar mitokhondria dengan suatu transporter khusus. Di luar mitokhondia asam sitrat akan dipecah oleh enzim ATP sitrat liase menjadi oksaloasetat dan asetil-KoA.

Skema transport asetil-KoA :

 

 

Contoh Soal SBMPTN 2013

Asetil koA merupakan substrat sitoplasmik bagi sintesis asam lemak yang dibentuk didalam mitokondria. Senyawa berikut ini merupakan turunan asetil-KoA yang dapat ditranspor ke sitoplasma:
(1) piruvat
(2) asetat
(3) malat
(4) sitrat

Jawab: E

Hubungan organisme pada tingkat tropik ekosistem digambarkan dalam bentuk piramida. Semakin ke atas, bentuk poramida semakin mengeci. Inilah yang disebut PIRAMIDA EKOLOGI

PIRAMIDA JUMLAH

Piramida jumlah, yaitu piramida yang menggambarkan bahwa jumlah organisme pada setiap tingkat tropik. Pada piramida jumlah, tingkat trofik pertama lebih banyak dari pada organisme tingkat trofik kedua atau dengan kata lain jumlah herbivora lebih banyak daripada karnivora tingkat 1, karnivora tingkat 1 lebih banyak dari karnivora tingkat 2 dan seterusnya.

 

PIRAMIDA BIOMASSA

Piramida biomassa, yaitu piramida yang menggambarkan jumlah biomassa setiap tingkatan tropik. Pada tingkat trofik 1 lebih banyak daripada biomassa organisme tingkat trofik 2, begitu seterusnya. Biomassa adalah ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu.

 

 

 

PIRAMIDA ENERGI

Piramida energi, menggambarkan tentang adanya aliran energi dalam ekosistem. Pada piramida energi dapat diketahui adanya penurunan sejumlah energi yang tersedia di setiap tingkat trofik secara berurutan. Berkurangnya energi di setiap tingkat trofik dikarenakan hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.

 

 

 

 

 

Jenis Tanaman Sifat baru hasil modifikasi Proses Modifikasi
Padi Mengandung provitamin A (beta karoten) dalam jumlah tinggi Gen dari tumbuhan narsis, jagung, dan bakteri Erwinia disisipkan pada kromosom padi
Jagung, kapas, kentang Tahan (resisten) terhadap hama. Gen toksin Bt dari bakteri Bacillus thuringiensis ditransfer ke dalam tanaman.
Tembakau Tahan terhadap cuaca dingin. Gen pengatur pertahanan pada cuaca dingin tanaman Arabidopsis thaliana atau dari sianobakteri  (Anacyctis nidulans) dimasukkan ke tembakau.
Tomat Pelunakan tomat diperlambat sehingga  tidak cepat busuk Gen  antisenescens ditransfer ke dalam tomat untuk menghambat enzim poligalakturonase (enzim yang mempercepat kerusakan dinding  sel tomat). Selain menggunakan gen dari bakteri E. coli,  tomat transgenik juga dibuat dengan memodifikasi gen yang telah dimiliknya secara alami.
Kedelai Mengandung asam oleat tinggi dan tahan terhadap herbisida glifosat. Ketika disemprot dengan herbisida, hanya gulma di sekitar  kedelai yang akan mati. Gen resisten herbisida dari bakteri   Agrobacterium galur CP4 dimasukkan ke kedelai dan juga digunakan teknologi molekular untuk meningkatkan pembentukan asam oleat.
Ubi jalar Tahan terhadap penyakit tanaman yang disebabkan virus Gen dari selubung virus tertentu ditransfer ke dalam ubi jalar dan dibantu dengan teknologi peredaman gen.
Pepaya Resisten terhadap virus tertentu, contohnya Papaya ringspot virus(PRSV). Gen yang menyandikan selubung virus PRSV ditransfer ke dalam tanaman pepaya
Melon Buah tidak cepat busuk. Gen baru dari bakteriofag T3 diambil untuk mengurangi pembentukan hormon etilen (hormon yang berperan dalam pematangan buah) di melon.

Asal kata “epidermis” adalah epi artinya tepi dan derma artinya kulit yang berasal dari Yunani. Sesuai namanya, jaringan epidermis dalam tubuh tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan pelindung jaringan lainnya, terutama pada jaringan muda yang masih memungkinkan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Karena itu, jaringan epidermis terletak pada lapisan terluar akar, batang, dan daun. Ciri jaringan epidermis antara lain selnya hidup dan tersusun rapat, tidak memiliki klorofil dan berbentuk balok.

Jaringan epidermis juga mampu melakukan diferensiasi epidermis. Karena itu, jaringan epidermis pada tumbuhan tertentu memiliki stomata, sel kipas, sel gabus, sel kersik, trikomata, spina, dan velamen. Derivat-derivat ini dapat ditemukan baik pada akar, batang, maupun daun.
1). Stomata (tunggal disebut stoma) atau mulut daun
Merupakan pori kecil yang diapit oleh dua sel penjaga. Di dalam sel penjaga terdapat kloroplas. Kloroplas merupakan bagian epidermis yang berisi kloro?l dengan peran sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis. Fungsi stomata adalah sebagai tempat terjadinya respirasi (pertukaran gas) dan juga transpirasi (proses penguapan air).

2). Sel kipas. ( Bulliform Cell)
Sel kipas terdapat pada epidermis atas daun rumput-rumputan (Gramineae atau Cyperaceae). Sebagai contoh, sel kipas pada rumput teki dan daun bambu. Sel kipas bentuknya lebih besar dibanding sel epidermis, dinding sel tipis dan bisa mengempis. Daun rumput teki, bambu, dan sejenisnya dapat menggulung untuk mengurangi penguapan. Sel epidermis daun atas juga mengalami diferensiasi.

3). Lapisan kutikula (senyawa lemak),
Merupakan zat kutin yang mengalami penebalan, Contohnya daun pohon nangka. Sementara lapisan lilin dapat ditemukan pada epidermis bawah daun. Misalnya saja, lapisan lilin pada daun pisang.

4). Trikoma (jamak disebut trikomata).
Trikoma ialah bentuk modifikasi sel epidermis yang berupa rambut-rambut. Trikoma biasanya terletak pada akar, daun, batang, bunga, buah, maupun biji. Pada sel epidermis, trikoma muncul dari epidermis atas. Jumlah selnya bisa tunggal atau banyak. Ada trikoma yang mempunyai kelenjar sekretori dan ada juga yang tidak. Trikoma memiliki beragam fungsi, antara lain mengurangi penguapan, mengurangi gangguan hewan, dan membantu penyerbukan bunga. Trikoma juga berfungsi menyerap air dan garam mineral dari tanah, misalnya trikoma pada akar. Selain itu, trikoma mampu meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji.

Peranan trikoma bagi tumbuhan, antara lain sebagai berikut.

  1. Trikoma yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi penguapan.
  2. Menyerap air serta garam-garam mineral.
  3. Mengurangi gangguan hewan.

Trikoma dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Trikoma Glanduler
Trikoma glanduler merupakan trikoma yang dapat menghasilkan sekret. Trikoma glanduler dapat bersel satu atau banyak. Tumbuhan yang memiliki trikoma glanduler, contohnya, tembakau (Nicotiana tabacum) yang terletak pada daunnya.
Macam-macam trikoma glanduler antara lain:
(1) trikoma hidatoda, terdiri atas sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan yang berisi asam organik;
(2) kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel permukaan sel;
(3) kelenjar garam terdiri atas sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek.
(4) Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantong dan ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal.
b) Trikoma Nonglanduler
Trikoma ini tidak menghasilkan sekret. Macam-macam Trikoma nonglanduler, antara lain:
(1) rambut sisik, misalnya pada daun durian;
(2) rambut bercabang, misalnya pada daun waru;
(3) rambut akar.

5). Spina (Duri) pada batang atau cabang tumbuhan.
Duri (spina) merupakan modi?kasi sel epidermis yang terdapat pada tumbuhan tertentu. Duri tumbuhan terbagi dalam dua jenis, yakni duri asli dan duri palsu. Duri asli dibentuk oleh jaringan di dalam stele batang. Misalnya, duri pada tanaman bunga kertas (Bougainvillea). Sedangkan duri palsu dibentuk oleh jaringan di bawah epidermis yaitu jaringan korteks batang. Contohnya, duri pada batang tumbuhan mawar.

6). Velamen.
Velamen merupakan modi?kasi sel epidermis yang terdapat pada akar udara tanaman anggrek. Epidermis dan akar anggrek disebut epidermis ganda atau multipel epidermis. Velamen berfungsi sebagai tempat menyimpan air.

7). Kersik.

Sel kersik merupakan hasil modifikasi sel epidermis pada batang Graminae. Sel kersik mengandung zat kersik atau silika (SiO2). Batang tebu adalah tanaman yang banyak mengandung sel ini. Karenanya, permukaan batang tebu menjadi keras.