Bioleaching adalah suatu proses pelarutan/pelepasan logam atau pengambilan (ekstraksi) logam dari sedimen menjadi bentuk yang larut dengan menggunakan bantuan mikroorganisme.

Mikroorganisme yang umumnya digunakan dalam proses bioleaching logam bisa dari golongan bakteri dan golongan fungi. Golongan bakteri seperti: Thiobacillus ferooxidans, Thiobacillus thiooxidans, Escherechia coli, P. fluorescens, Bacillus sp  dan sebagainya. Golongan fungi seperti: Aspergillus niger dan Penicillium simplicissium.

Fitoremediasi : Pemanfaatan  tumbuhan atau mikroorganisme yang dapat berasosiasi untuk mengurangi polutan lingkungan baik pada air, tanah dan udara yang diakibatkan oleh logam atau bahan organik. Fitoremediasi bisa berarti penghancuran, inaktivasi atau imobilisasi polutan ke bentuk yang tidak berbahaya. Proses Fitoremediasi meliputi : Fitoakumulasi, Rizofiltrasi, Fitostabilisasi, Rizodegradasi, Fitodegradasi dan Fitovolasisasi,

Jenis-jenis tanaman yang sering digunakan di Fitoremediasi adalah:

Anturium Merah/ Kuning, Alamanda Kuning/ Ungu,  Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/ Putih, Dahlia, Dracenia Merah/ Hijau, Heleconia Kuning/ Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/ Hitam, Kenyeri Merah/ Putih, Lotus Kuning/ Merah, Onje Merah, Pacing Merah/ Mutih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll

 

Biomining adalah proses ekstraksi mineral berharga dari bijihnya ataupun dari sisa tailing pertambangan dengan menggunakan bantuan mikroorganisme khususnya bakteri. Biomining ini merupakan penerapan dari proses bioleaching dan/atau biooksidasi

Comments

Comments are closed.