Pada jantung terdapat 4 sel otoritmik, lalu apa yang sebenarnya terjadi pada ke 4 nya ketika terjadi gagal jantung?

Sel yang pertama disebut sebagai nodus sinoatrial (SA). Sel ini terletak di dinding atrium sebelah kanan dekat pintu vena cava superior. Nodus ini disebut juga sebagai pemacu normal, dengan mengirimkan 80 — 110 impuls.

Sel yang kedua adalah nodus atrioventrikel (AV). Nodus ini terletak di dasar, dekat sekat antara atrium dan ventrikel.

Sel yang ketiga merupakan berkas HIS. Berkas HIS merupakan sel yang dihasilkan oleh nodus AV dan masuk ke septum interventrikel. Berkas HIS bercabang dua satu ke ventrikel kiri satu ke ventrikel kanan. Cabang kiri berkas kembali terbagi menjadi 3 :

  • Fasikulus Septal, yang mendepolarisasikan septum interventrikularis dari arah kiri ke kanan
  • Fasikulus Anterior, berjalan di sepanjang permukaan anterior (depan) ventrikel kiri.
  • Fasikulus Superior, berjalan di sepanjang permukaan posterior ( belakang) ventrikel kiri

Sel yang terakhir disebut sebagai serat purkinje. Sel ini berupa serat-serat yang menyerupai ranting2 kecil pada cabang2 pohon. Fungsinya mengalirkan arus listrik menuju ke miokardium ventrikel.

Gambar dari sini

Sel-sel otoritmik bekerja dengan mekanisme kerjanya sendiri. Pada awalnya, nodus SA akan terangsang secara sendirinya, kemudian gelombang depolarisasi menyebar ke arah luar menuju miokardium atrium kiri dan kanan. Saat sel-sel atrium terdepolarisasi, atrium akan berkontraksi.

Setelah depolarisasi selesai, gelombang depolarisasi melanjutkan perjalanannya menuju ke suatu sawar/barrier dimana terdapat Nodus AV.  Nodus AV bertugas untuk memperlambat konduksi sehingga atrium dapat menyelesaikan kontraksinya sebelum ventrikel berkontraksi, sehingga seluruh darah pada atrium sudah tersalurkan ke ventrikel.

Setelah waktu perlambatan nodus AV selesai, gelombang lepas dari nodus AV secara cepat menuju berkas HIS dan serat purkinje di dasar ventrikel. Pada saat itu pula, gelombang mendepolarisasikan ventrikel kiri dan kanan dan ventrikel pun berkontraksi.

Setelah itu, sel-sel pada jantung akan masuk pada masa repolarisasi dimana sel-sel kebal terhadap rangsangan. Dan siklus itu terjadi terus menerus.

Comments

Comments are closed.